D-ONENEWS.COM

BNN: Pelaku Produksi Sabu di Lumajang Gunakan Metode One Pot atau Shake and Bake Sangat Berbahaya

Lumajang, (DOC) -Terungkapnya produksi sabu rumahan di Desa Wonogriyo, Kecamatan Tekung, dan Desa Besuk, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Kamis (22/10/2021). Dalam hasil temuan dilokasi tersangka memproduksi sabu dengan menggunakan metode One Pot atau Shake and Bake itu sangat berbahaya.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Lumajang, AKBP Indra Brahmana ketika dikonfimasi media d-onenews.

“Metode pembuatan sabu yang digunakan sangat sederhana namun berbahaya, bayangkan saja resikonya bisa menimbulkan ledakan, yang tentu saja jika meledak akan mengenai pelaku, kemudian akan menimbulkan kebakaran,” terang Indra.

Indra menjelaskan, metode shake dan bake ini ini lebih berbahaya daripada model laboratorium. Karena bahan-bahan dicampur dalam botol kemudian terjadi reaksi kimia di dalam botol seperti pusaran air bahkan sampai timbul percikan api hanya untuk mendapatkan residu yang mengendap.

Tercampurnya semua bahan kimia dalam botol tersebut dapat menimbulkan tekanan hebat yang dapat membuat botol tidak mampu menahan tekanan itu, apalagi kalau komposisi tidak pas dan cara mengocoknya salah, tutup botol bisa terlepas.

“Akibat kuatnya tekanan karena ada proses dimana tutup botol dibuka sedikit untuk mengurangi tekanan. Botol rawan pecah, meledak sehingga bahan-bahan kimia semburat ke mana-mana. Dapat menimbulkan kebakaran, luka bakar kalau kena bagian tubuh, kebutaan kalau kena mata dan keracunan apabila uap atau gasnya terhirup,” ungkapnya.

Lanjut Indra Brahmana, Sampah-sampah kimia sisa proses pembuatan juga sangat berbahaya apalagi kalau dibuang sembarangan pasti menimbulkan pencemaran dan bisa meracuni lingkungan, apalagi warga sekitar banyak yang menggunakan sumur sebagai sumber mata air.

“kami sangat terkejut, di Lumajang ini bahkan di sebuah desa terdapat produsen sabu, ini akan kami dalami lagi, untuk mengungkap pelaku lainnya,” pungkasnya. (Imam)

Loading...

baca juga