Bukan Cuma Usaha Besar, Perusahaan Menengah Kini Bisa IPO

Bukan Cuma Usaha Besar, Perusahaan Menengah Kini Bisa IPO
Jakarta, (DOC)
– Anggapan bahwa melantai di bursa saham atau Initial Public Offering (IPO) hanya bisa dinikmati oleh korporasi raksasa kini mulai terkikis .

Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) resmi menggandeng sektor usaha menengah untuk menembus akses pendanaan pasar modal sekaligus memperkuat fondasi bisnis nasional.

Bacaan Lainnya

Upaya ini diakselerasi melalui program RISE TO IPO 2026, sebuah inisiatif strategis yang dirancang untuk membongkar akses pasar modal bagi pelaku usaha skala menengah serta memberikan pendampingan intensif menuju perusahaan terbuka.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin, menegaskan bahwa salah satu hambatan terbesar usaha menengah untuk berkembang adalah persepsi keliru bahwa IPO hanya diperuntukkan bagi perusahaan yang sudah mapan.

BEI tidak ingin hanya berinteraksi dengan perusahaan ketika seluruh persyaratan IPO telah terpenuhi. Sebaliknya, kami ingin hadir sejak tahap awal untuk membantu perusahaan memahami berbagai aspek yang perlu dipersiapkan,” tegas Saidu, Jumat (23/10/2026).

Ia menjelaskan bahwa persiapan IPO adalah proses transformasi jangka panjang yang mencakup penguatan tata kelola, pembenahan struktur organisasi dan keuangan, pemahaman ekspektasi investor, hingga penyusunan peta jalan (roadmap) bisnis secara bertahap.

Menjangkau 153 Perusahaan Menengah di Tiga Kota

Sepanjang tahun 2026, program RISE TO IPO terbukti menyedot antusiasme tinggi dengan merangkul 153 perusahaan menengah dari berbagai sektor bisnis di tiga kota besar yaitu, Surabaya 50 Perusahaan, Makassar 45 Perusahaan dan Bandung 58 Perusahaan.

Tidak berhenti pada edukasi dasar, para peserta dibekali pemahaman mendalam terkait regulasi, aspek hukum, tata kelola, hingga strategi penawaran saham.

Pelaku usaha juga berkesempatan mengikuti intensive coaching clinic yang didampingi langsung oleh lembaga profesi penunjang pasar modal guna mengeksekusi pembenahan bisnis secara rinci.

IPO Bukan Sekadar Cari Modal, Tapi Transformasi Bisnis

Baca Juga:  Direksi Tambah Kepemilikan Saham, BBCA Dinilai Masih Menarik di Tengah Tekanan Pasar

Sementara itu, Kepala Divisi Pengembangan Perusahaan Tercatat BEI, Listyorini Dian Pratiwi, mengingatkan bahwa menjadi perusahaan terbuka bukanlah langkah instan atau sebatas aksi menggalang dana investor.

“IPO bukan sekadar aksi korporasi untuk menghimpun dana, melainkan proses transformasi bisnis menjadi institusi yang lebih transparan, profesional, dan berkelanjutan,” ujar Listyorini.

Sebagai bentuk komitmen berlanjut, peserta RISE TO IPO yang dinilai paling siap akan diarahkan masuk ke dalam IDX Incubator 2027 program pendampingan bebas biaya (free) yang direncanakan kembali membuka pendaftaran umum pada awal 2027.

Program ini menyasar perusahaan potensial yang menargetkan IPO dalam kurun waktu tiga tahun ke depan melalui skema Road to IPO.

Kolaborasi strategis antara BEI dan Kementerian UMKM ini diharapkan dapat memperluas opsi pembiayaan jangka panjang, meningkatkan daya saing usaha menengah, serta menjadikannya mesin baru penopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Pos terkait