Dewan Anggap Surabaya Darurat Gangster, Perlu Perhatian Seluruh Elemen

Foto: Herlina Harsono Nyoto

Surabaya,(DOC) – Maraknya aksi tawuran antar kelompok remaja di kota Surabaya belakangan ini menjadi keprihatinan serius dari kalangan DPRD. Bahkan sejumlah anggota legislatif menganggap, bahwa Surabaya sekarang tengah mengalami darurat gangster.
“Ini sangat menghawatirkan dimana kota Surabaya ini sebelumnya aman kini menjadi sangat rawan dimalam hari. Sehingga ada opini yang meyebutkan bahwa Surabaya sedang darurat gangster,” ucap Herlina Harsono Nyoto anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Selasa(12/04/2022).
Politisi Demokrat menilai bahwa di masyarakat saat ini tengah mengalami peralihan kebiasaan, karena sebelumnya aktivitasnya dibatasi akibat pandemi dan sekarang sudah menuju normal.
“Kita lihat saat ini Ramadan yang ke arah normal. Masyarakat Surabaya perlu adaptasi kembali dengan pola-pola sosial dalam bermasyarakat,” tandasnya.

Perempuan lulusan Psikolog ini menyatakan, masa peralihan ini, bisa juga ada yang mengarah ke sisi negatif. “Dalam hal ini ada yang mengarah kepada kenakalan remaja. Ada yang sebenarnya berangkatnya dari hal yang biasa yakni bersenda-gurau, kemudian keblabasan,” urainya.

Bacaan Lainnya

Menurut Herlina, masa transisi ini merupakan sebuah warning serius yang harus mendapat perhatian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. “Hal ini harus diwaspadai karena ini akan menular ke remaja lainnya. Bahkan sekarang warning menjadi alarm kuning hampir ke merah,” paparnya.

Untuk mengantisipasi masa transisi ke arah negatif, lanjut dia, diperlukan gotong royong seluruh masyarakat dan aparat keamanan dalam menanggulanginya. Aparat pemerintah seperti Linmas, Satpol PP, kepolisian dan TNI harus memperkuat keamanan dengan me-razia rutin kawasan yang berpotensi terjadi tawuran.
“Misalnya dikawasan yang sepi atau malah ramai. Kalau sepi memang ada niat tawuran, kalau ramai ketika terjadi interaksi kadang-kadang tidak terjadi. pakai cara poskamling atau ronda,” jelasnya.
Kemudian perlu dilakukan sosialisasi ditingkat RT maupun RW dimana aspek psiko sosial terhadap mereka ini perlu diasah, dan ini juga bisa dilakukan ditingkat sekolah, dan melakukan kontrol sosial.
“Sebagai salah satu solusi adalah pengkondisian budaya-budaya berkumpul yang sudah mulai muncul dengan kegiatan ronda dan lain sebagainya,” pintanya.
Seperti diketahu, bahwa memasuki ramadan aksi tawuran remaja marak terjadi di sejumlah tempat. Bahkan disinyalir, mereka masih berstatus pelajar Surabaya.

Informasi terbaru, aksi tawuran para remaja Surabaya ini, terjadi di Jalan Ngaglik, Simokerto, Selasa(12/4/2022) pagi menjelang subuh. Para pelaku tawuran diduga membawa senjata tajam.

Kasus tawuran pekan lalu juga telah berlangsung di Kalibutuh dan Jalan Tambak Asri. Bahkan di Tambakasri, tawuran tersebut membawa satu orang korban dengan luka serius.(hd/r7)