Surabaya, (DOC) – Kinerja angkutan barang PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini.
Pada periode Januari–September 2026, volume angkutan barang berhasil menembus 2.260.678 ton, atau tumbuh 8,37 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 2.086.077 ton.
Lonjakan sebesar 174.601 ton ini ditegaskan oleh dominasi komoditas peti kemas yang menjadi kontributor terbesar dengan capaian 1.517.484 ton.
Posisi kedua disusul oleh angkutan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mencapai 687.769 ton, disusul angkutan retail sebesar 37.139 ton, serta komoditas lainnya sebanyak 18.286 ton.
Tinggi dan stabilnya pengiriman peti kemas dan BBM membuktikan peran vital moda transportasi kereta api dalam menjaga kestabilan pasokan energi, mendukung aktivitas perdagangan, hingga menopang sektor industri nasional.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyampaikan bahwa tren positif ini menjadi pendorong bagi perusahaan untuk terus meningkatkan keandalan layanan logistik berbasis rel.
“Pertumbuhan sebesar 8,37 persen hingga September 2026 merupakan capaian positif bagi KAI Daop 8 Surabaya. Angkutan peti kemas dan BBM menjadi kontributor utama yang menunjukkan pentingnya peran kereta api dalam mendukung distribusi logistik dan kebutuhan energi,” ujar Mahendro, Rabu (21/10/2026).
Solusi Logistik Massal dan Pengurang Beban Jalan Raya
Pengangkutan logistik via kereta api menawarkan nilai strategis berupa kepastian ketepatan waktu, efisiensi angkut massal, keselamatan, hingga keandalan operasional.
Selain itu, optimalisasi pengiriman berbasis rel dinilai ampuh mengurai kepadatan lalu lintas dan memangkas tingkat kerusakan fasilitas jalan raya.
Menghadapi kebutuhan pasar yang kian dinamis, KAI Daop 8 Surabaya berkomitmen memperkuat kemitraan strategis dengan para pelaku usaha serta mitra logistik melalui optimalisasi kapasitas dan penataan operasional yang berkelanjutan.
“Kami berharap kereta api dapat menjadi mitra strategis dunia usaha dalam mendukung efisiensi logistik, memperlancar distribusi barang, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tutup Mahendro.





