Lumajang,(DOC) – Jalur perbukitan Piket Nol yang menghubungkan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang kembali di landa tanah longsor pada Rabu pagi (30/7/2025). Longsor terjadi di KM 54+700, wilayah Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang.
Peristiwa ini di picu oleh hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut, menyebabkan tebing setinggi lebih dari 20 meter menjadi labil. Material longsor berupa lumpur dan tanah menutup sebagian badan jalan, sehingga mengganggu arus lalu lintas.
“Tanah longsor kembali terjadi di Piket Nol karena tebing yang tidak stabil,” ujar Kasat Lantas Polres Lumajang, AKP Mohamad Syaikhu, Rabu (30/7).
Petugas gabungan di bantu alat berat di kerahkan sejak pagi untuk membersihkan jalur yang tertutup longsoran. Hingga pukul 12.30 WIB, proses pembersihan masih terus berlangsung.
“Kami lakukan pembersihan menggunakan alat berat. Untuk sementara, arus lalu lintas di berlakukan sistem buka-tutup,” tambah Syaikhu.
Sehari sebelumnya, Selasa sore (29/7), jalur yang sama juga sempat terdampak longsor akibat tebing setinggi 30 meter yang longsor sebagian. Meski telah di bersihkan, kondisi tebing yang masih labil menyebabkan longsor kembali terjadi pada keesokan harinya.
Syaikhu mengimbau pengguna jalan agar tetap waspada saat melintas di jalur Piket Nol. Selain ancaman longsor, kawasan tersebut juga di liputi kabut tebal yang membatasi jarak pandang dan meningkatkan risiko kecelakaan.
“Kurangi kecepatan, karena kabut sangat tebal dan kondisi tebing mengalami penurunan sekitar satu meter,” tegasnya. (r6)





