D-ONENEWS.COM

Dua Pengedar Pil Koplo Diringkus, Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Foto: DS dan GEK pengedar pil koplo

Lumajang, (DOC) – Satuan Reskoba Polres Lumajang menangkap dua pengedar pil koplo, berinisial DS (22) warga Dusun Warung Kutil, Desa Besuk,  Kecamatan Tempeh dan GEK (28) warga Dusun Jalan Durian (Gombleh), Kelurahan  Kepuharjo, Kecamatan/ Kab Lumajang, Jawa Timur.

Kapolres Lumajang AKBP Adewira Negara Siregar, SIK. M.Si menyampaikan penangkapan dua pelaku berawal dari informasi dari masyarakat terkait adanya orang yang diduga melakukan aktivitas mengedarkan/ menjual pill warna putih logo “ Y” Dan pil warna kuning logo “ DMP” Di wilayah Dusun Warkut Desa Besuk, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang.

“Setelah mendapatkan informasi, selanjutnya anggota Satresnarkoba Polres Lumajang di tindak lanjuti dengan serangkan melakukan penyelidikan,” ungkap AKBP Adewira Negara Siregar kepada sejumlah awak media saat menggelar realase di Mapolres Lumajang,  Jumat(6/12/2019).

Kapolres menjelaskan,  setelah mendapatkan laporan petugas langsung melakukan penangkapan terhadap dua pelaku. Keduanya ditangkap pada hari Selasa(3/12/2019), sekira Pukul 13.15 WIB.

Awalnya anggota menuju rumah DS untuk melakukan penangkapan. Namun pada waktu bersamaan GEK juga berada di area parkir yang berlokasi tepat di samping rumah DS.

“Selain mengamankan kedua tersangka, petugas juga melakukan pemeriksaan dan menemukan barang bukti yang di simpan di dalam tiang penyangga atap parkir yang terbuat dari bambu,” terang AKBP Adewira Negara Siregar

Barang bukti berhasil diamankan pil logo Y warna putih 636 butir dan pil logo DMP warna kuning 16 butir.

Lebih lanjut,  Kapolres Lumajang mengatakan, Tersangka ini mendapatkan barang tersebut dari seseorang bernisial MRD warga Bades, Pasirian yang masih dalam pengejaran pihak kepolisian.

“Tersangka GEK ini sudah menjual pil tersebut selama 5 bulan, sedangkan DS baru berjalan 3 bulan,” imbuhnya.

Kedua tersangka dikenakan pasal 197 Sub. 196 UURI No.36 Tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun penjara dan denda Rp 1.500.000.000. (imam)

Loading...