Jakarta (DOC) – Anggota Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengungkap dua titik kritis penularan Covid-19 di sekolah atau tempat kerja, meski sudah diberlakukan protokol kesehatan.
Titik kritis pertama, kata Dewi adalah, saat jam makan siang yang membuat pelajar atau pekerja melepaskan masker.
“Kalau makan buka masker masih mengobrol kanan kiri, kira-kira bagaimana tuh? Itu yang harus kita hindari juga, ada titik kritis pada saat makan siang,” kata Dewi, seperti dilansir dari Kompas, Senin (20/7).
Sementara titik kritis kedua adalah saat pekerja atau pelajar berada di moda transportasi umum.
Dewi mengatakan, beberapa moda transportasi umum sulit untuk memberlakukan jaga jarak aman.
Ia melanjutkan, di transportasi umum juga kadang warga lupa mencuci tangan setelah memegang sesuatu.
“Jadi potensi penularannya lebih tinggi plus jangan lupa tangan ya, kalau sudah memegang apa pun itu, pegangan gitu ya, dicuci atau tidak dengan hand sanitizer, terus lupa main mengusap muka misalnya,” ujarnya.
Oleh karena itu, Dewi berharap masyarakat lebih berhati-hati di transportasi umum. Serta tidak lupa memberlakukan jaga jarak baik di transportasi umum ataupun saat jam makan siang.
“Ini titik kritis yang lain yang kadang kita juga harus ingatkan di transportasi umum jauh lebih hati-hati,” ucap dia.(kc)