Pulau Kalimanatan Dikepung Kebakaran

Jakarta (DOC) – Pulau Kalimantan dipenuhi tanda lingkaran merah di aplikasi Google Maps. Titik merah dengan keterangan severe fire (kebakaran parah) tersebut tampak tersebar di berbagai wilayah Kalimantan, paling padat di Kalimantan Selatan.

Bacaan Lainnya

Fenomena ini menyita perhatian warganet yang khawatir dengan kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Banyak netizen menyorot potensi dampak kabut asap hingga risiko kekeringan.

Titik merah tersebut tersebar luas di seluruh wilayah Kalimantan, mulai dari Kalimantan Utara hingga Kalimantan Selatan.

Isu ini juga menjadi perbincangan hangat di media sosial X (sebelumnya Twitter). Salah seorang pengguna X mengaku awalnya hanya membuka Google Maps untuk keperluan pekerjaan, tetapi perhatiannya teralihkan oleh banyaknya indikator kebakaran di Kalimantan.

“Maaf ganggu scrolling-nya. Cuma mau info. Seluruh penjuru pulau Kalimantan bagian Indonesia kebakaran. Setiap titik api sangat besar dan luas. Bisa 2x lipat Jakpus dan 1,3x kota Denpasar,” tulisnya.

Warganet lain turut membagikan video yang memperlihatkan kondisi terkini di lapangan. Tampak asap tebal menyelimuti ruas jalan di Kalimantan, yang memicu bergemanya tagar #PrayForKalimantan.

“Kalau kalian penasaran seberapa berbahaya dan seberapa dekat karhutla dengan area pemukiman warga di Kalimantan, lihatlah ini! Semoga bantuan cepat tersalurkan, semoga cepat turun hujan, dan semoga ada solusi yang bisa menyelesaikan masalah ini. Pray for Kalimantan,” tulis seorang pengguna sembari mengunggah dokumentasi video dan foto.

Menanggapi fenomena tersebut, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyatakan bahwa Satuan Tugas (Satgas) penanganan karhutla, baik tim darat maupun udara, terus berupaya memadamkan api di sejumlah provinsi terdampak.

“Namun demikian, sampai sekarang belum ada penutupan bandara akibat karhutla tersebut,” ujar Berton, dikutip Jumat (21/8/2026). (rd)