Loncat ke konten
Menu Mobile
D-ONENEWS.COM
  • D-ONENEWS.COM
  • Beranda
  • Nasional
    • Jatim
    • Surabaya
    • Hankam
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Politik
    • KPU Jatim
  • Hukrim
  • Olahraga
  • Umum
    • Info Haji
  • Gaya Hidup
    • Travel
    • IT & Gadget
    • Kecantikan
    • Kesehatan
    • Kesenian
    • Opini
    • Pendidikan
  • Advetorial
Breaking News!
Mantan Kadis LH DKI Jakarta jadi Tersangka Longsor Sampah Bantargebang Respons Santai Jokowi Tanggapi Pernyataan JK Pemprov DKI Jakarta Berantas Hampir 7 Ton Ikan Sapu-sapu Ratusan Visa Petugas Haji 2026 Belum Terbit, Pemerintah Ungkap Penyebabnya Ada Dugaan Pungli di ESDM Jatim, Begini Respons Khofifah
Beranda Ekbis Enam Inovasi Anak Muda Indonesia Menang di Samsung Solve for Tomorrow 2025

Enam Inovasi Anak Muda Indonesia Menang di Samsung Solve for Tomorrow 2025

Gambar Gravatar
Robby Julianto
19/10/2025509 Dilihat
Enam Inovasi Anak Muda Indonesia Menang di Samsung Solve for Tomorrow 2025Generasi muda hadirkan solusi berbasis teknologi untuk keberlanjutan dan perubahan sosial

Jakarta,(DOC) – Enam ide brilian lahir dari tangan anak muda Indonesia dalam ajang Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2025. Melalui kompetisi ini, Samsung Electronics Indonesia kembali menginspirasi generasi muda untuk menghadirkan inovasi teknologi yang berdampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat.

Tahun ini, SFT mengangkat dua tema global: “Teknologi untuk Keberlanjutan Lingkungan (Environmental Sustainability via Technology)” dan “Teknologi untuk Perubahan Sosial melalui Olahraga: Untuk Pendidikan dan Masa Depan yang Lebih Baik (Social Change through Sport & Tech: For Education & a Better Future)”.

Bacaan Lainnya
  • Menaker: UU PPRT Tegaskan Perlindungan Menyeluruh bagi Pekerja Rumah Tangga
  • DPR dan Pemerintah Sahkan RUU PPRT, Akhiri Penantian 22 Tahun
  • Kemnaker Perluas Kesempatan Kerja Disabilitas lewat Pelatihan Wirausaha

Menariknya, penyelenggaraan SFT 2025 menjadi lebih spesial karena Samsung berkolaborasi dengan International Olympic Committee (IOC). Kolaborasi ini membuka peluang bagi para pemenang kategori Social Change through Sport & Tech untuk melaju ke kompetisi tingkat Asia Tenggara dan Oseania (SEAO), bahkan berpotensi menjadi SFT Global Ambassadors di Olimpiade Musim Dingin 2026.

“Kami bangga melihat semangat dan kreativitas luar biasa dari para peserta tahun ini. Mereka membuktikan bahwa teknologi yang di gerakkan oleh empati dapat membawa perubahan nyata bagi masyarakat,” ujar Bagus Erlangga, Head of Corporate Marketing Samsung Electronics Indonesia.

“Melalui Samsung Solve for Tomorrow, kami ingin menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengubah ide menjadi solusi berdampak, sekaligus menunjukkan potensi besar Indonesia di tingkat global,” tambahnya.

Inovasi dari Kampus: Teknologi yang Mengubah Hidup

Dari kategori perguruan tinggi, tiga tim berhasil menonjol dengan ide-ide yang cerdas dan berorientasi sosial:

  • Labmino (Universitas Indonesia) menghadirkan RunSight, kacamata pintar berbasis AI yang membantu pelari tunanetra berlari lebih aman lewat panduan suara real-time.
  • Hackie Chan (Universitas Brawijaya) menciptakan Pantara, platform AI untuk manajemen bahan pangan segar yang mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
  • KYGB (Universitas Bina Nusantara Alam Sutera) mengembangkan Gesti Talk, aplikasi penerjemah bahasa isyarat berbasis AI yang memudahkan komunikasi bagi teman tuli di ruang publik.
Baca Juga:  Akses Data Dibatasi, Rektor Unika Malang Luruk LLDIKTI VII

Ketiga ide ini menunjukkan bagaimana teknologi bisa menjadi jembatan menuju inklusivitas dan keberlanjutan sosial.

Dari Sekolah ke Dunia: Solusi Hijau dari Generasi Z

Sementara itu, dari kategori SMA/SMK/MA, para inovator muda juga tak kalah menginspirasi.

  • Fungaes (SMAN Unggulan M.H. Thamrin) dengan MycoSense. Sistem pemantauan kualitas tanah berbasis jaringan jamur alami dan Edge-AI untuk pertanian berkelanjutan.
  • TIMSES (MAN 2 Kota Malang) memperkenalkan EcoZone. Sistem pengolahan limbah cair industri pertanian berbasis electro-ozonation dan IoT.
  • R2045 NEST-X (MAS International Technonatura) menghadirkan Kandang H.I.J.A.U. Sistem peternakan ayam otomatis berbasis smart sensor dan tenaga surya yang ramah lingkungan.

Inovasi-inovasi ini membuktikan bahwa anak muda Indonesia tidak hanya kreatif, tetapi juga sadar lingkungan dan tanggap terhadap isu keberlanjutan.

Apresiasi Pemerintah: Lomba yang Melahirkan Perubahan

Beragam apresiasi datang dari para pejabat pemerintahan yang hadir pada acara tersebut.

Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI  menyebut, bahwa SFT adalah contoh nyata bagaimana kompetisi bisa menumbuhkan empati dan semangat perubahan.

“Lomba yang baik melahirkan pemenang, tetapi lomba yang hebat melahirkan perubahan yang menginspirasi zaman. Teknologi sejati bukan sekadar alat, melainkan kekuatan yang menata arah masa depan dan memuliakan martabat manusia,” ujarnya.

Sementara itu, Gugun Gumilar, Ph.D., Staf Khusus Menteri Agama RI, menilai bahwa inisiatif Samsung sejalan dengan nilai-nilai pendidikan di madrasah.

“Program ini menumbuhkan empati, kolaborasi, dan kepedulian sosial di kalangan pelajar,” ungkapnya.

Dr. Muhammad Muchlas Rowi, S.F., S.H., M.M., Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, juga menegaskan pentingnya program seperti ini untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045.

“Solve for Tomorrow selaras dengan Asta Cita pemerintah dalam membangun SDM unggul melalui pendidikan, sains, dan teknologi,” ujarnya.

Melangkah ke Dunia

Perjalanan belum berakhir. Dua tim pemenang kategori Social Change through Sport & Tech dari perguruan tinggi, Labmino (Universitas Indonesia) dan KYGB (Universitas Bina Nusantara Alam Sutera), akan mewakili Indonesia di ajang Samsung Solve for Tomorrow Asia Tenggara dan Oseania. Jika berhasil, mereka akan melangkah ke panggung dunia di Olimpiade Musim Dingin 2026 sebagai SFT Global Ambassadors.

Baca Juga:  Sinergikan Pendidikan dan Investasi, Begini Cara Pemkot Surabaya

“Bagi kami, Samsung Solve for Tomorrow bukan sekadar lomba. Tapi gerakan untuk membawa perubahan nyata,” ujar Anthony Edbert Feriyanto, perwakilan tim Labmino.

Di sisi lain, Talita Almira Salsabila, anggota tim Fungaes, menjelaskan pengalamannya. “Kami belajar banyak tentang machine learning dan IoT. Dukungan mentoring dari Samsung dan Skilvul benar-benar membuka jalan bagi kami untuk berkembang,” ucapnya.

Together for Tomorrow: Masa Depan Dimulai Hari Ini

Melalui semangat “Together for Tomorrow!”, Samsung berharap program ini dapat terus menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengasah rasa ingin tahu, berpikir kritis, dan menciptakan solusi nyata bagi masyarakat.

Lewat kolaborasi antara pendidikan, teknologi, dan kreativitas, Samsung berkomitmen melahirkan lebih banyak inovator muda yang membawa perubahan positif bagi Indonesia, bahkan dunia.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program tanggung jawab sosial Samsung, kunjungi news.samsung.com/id.(r7)

Post Views: 509
AICSR SamsungEdge AIFungaesgenerasi muda Indonesiaglobal ambassadorHackie ChanIndonesia Emas 2045inovasi teknologiinovator mudaInternational Olympic CommitteeIOCIoTkeberlanjutan lingkungankecerdasan buatankompetisi teknologiKYGBLabminoMAN 2 Kota MalangMAS International TechnonaturaOlimpiade Musim Dingin 2026Pendidikanpertanian berkelanjutanR2045 NEST-XRunSightSamsung Electronics IndonesiaSamsung Solve for Tomorrow 2025SEAOSMAN Unggulan M.H. Thamrinsmart farmingsocial innovationsport techstartup mahasiswateknologi hijauteknologi untuk sosialtimsesTogether for TomorrowUniversitas Bina Nusantarauniversitas brawijayaUniversitas Indonesia
Sumber: https://www.d-onenews.com/enam-inovasi-anak-muda-menang-di-samsung-solve-for-tomorrow-2025
Sebarkan

Navigasi pos

Pos sebelumnya PLN UIT JBM Gandeng Hitachi, Perkuat Kompetensi Teknisi Transmisi
Pos berikutnya TKD Lumajang Dipangkas Rp266 Miliar, Bupati Indah Ajukan Insentif Fiskal

Pos terkait

  • Camat dan Lurah Surabaya Sisir Kampung, Deteksi Pemuda Kesulitan Kuliah karena Faktor Ekonomi

    Camat dan Lurah Surabaya Sisir Kampung, Deteksi Pemuda Kesulitan Kuliah karena Faktor Ekonomi

  • Surabaya Tekan Kenakalan Remaja, Pola Pembinaan Dirombak

    Surabaya Tekan Kenakalan Remaja, Pola Pembinaan Dirombak

  • Kartini Era Digital: Rini Indriyani Beberkan Strategi Hadapi FOMO dan Keseimbangan Keluarga

    Kartini Era Digital: Rini Indriyani Beberkan Strategi Hadapi FOMO dan Keseimbangan Keluarga

  • Universitas Ciputra Buka Tiga Prodi Baru, Perkuat Pasokan Dokter Spesialis dan Psikolog di Indonesia

    Universitas Ciputra Buka Tiga Prodi Baru, Perkuat Pasokan Dokter Spesialis dan Psikolog di Indonesia

  • Polri Canangkan Smart Security 2026, Satpam Jatim Siap Bertransformasi ke Digital

    Polri Canangkan Smart Security 2026, Satpam Jatim Siap Bertransformasi ke Digital

  • Kasus Chat Mesum 16 Mahasiswa FH UI, DPR: Miris Melihatnya

    Kasus Chat Mesum 16 Mahasiswa FH UI, DPR: Miris Melihatnya

Advertorial Pemkot Surabaya

  • ADV Pemkot Surabaya12/04/2026
    Ekspor IKM Surabaya Tembus 2,73 Juta Dol…
  • ADV Pemkot Surabaya09/04/2026
    Kebijakan Perlindungan Anak-Perempuan Pa…
  • ADV Pemkot Surabaya14/03/2026
    Solidaritas Warga Jadi Penggerak Ekonomi…

Opini

  • Wali Kota Eri Terbitkan SK, Dewan Kebudayaan Surabaya Diminta Segera Jalankan Amanat UU
    Kesenian, Surabaya, Umum21/04/2026
    Wali Kota Eri Terbitkan SK, Dewan Kebuda…
  • Surabaya, Umum21/04/2026
    Cegah Kekerasan Perempuan, Pemkot Suraba…
  • Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan Undang-Undang Pelindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT) memberi perlindungan menyeluruh bagi pekerja rumah tangga (PRT). Ia menilai regulasi ini penting untuk memastikan PRT memperoleh hak yang setara dengan pekerja lain. “Pemerintah menempatkan pekerja rumah tangga sebagai pekerja yang memiliki hak asasi yang sama,” ujar Yassierli. Ia menjelaskan, UU PPRT melindungi pekerja sejak sebelum bekerja, selama bekerja, hingga setelah hubungan kerja berakhir. UU ini juga mengatur hak dasar PRT. Di antaranya upah layak, waktu kerja jelas, waktu istirahat, serta hak libur dan cuti. Yassierli menegaskan pentingnya perlindungan dari kekerasan, termasuk diskriminasi dan kekerasan seksual. Ia juga menyoroti jaminan keselamatan dan kesehatan kerja. “UU ini memastikan pekerja rumah tangga bekerja dengan aman dan layak,” katanya. Ia menambahkan, hubungan kerja antara PRT dan pemberi kerja harus menggunakan perjanjian yang jelas. Aturan ini memberi kepastian hukum bagi kedua pihak. UU PPRT juga mengatur peran Perusahaan Penempatan Pekerja Rumah Tangga (P3RT), pelatihan vokasi, dan jaminan sosial. Jika terjadi perselisihan, para pihak dapat menyelesaikannya melalui musyawarah. Proses ini melibatkan unsur masyarakat seperti ketua RT dan RW. Yassierli menilai pekerjaan rumah tangga memiliki karakter khusus. Hubungan kerja sering dipengaruhi faktor sosial dan budaya. Karena itu, pemerintah menyusun UU ini agar tetap sesuai dengan kondisi di lapangan. “Undang-undang ini menjadi dasar penting untuk melindungi pekerja rumah tangga secara layak dan bermartabat,” pungkasnya. (r7)
    Ekbis, Nasional21/04/2026
    Menaker: UU PPRT Tegaskan Perlindungan M…
@2019 - 2025 - d-onenews.com. All Right Reserved.