Universitas Ciputra Buka Tiga Prodi Baru, Perkuat Pasokan Dokter Spesialis dan Psikolog di Indonesia

Universitas Ciputra Buka Tiga Prodi Baru, Perkuat Pasokan Dokter Spesialis dan Psikolog di Indonesia

Surabaya,(DOC)Universitas Ciputra Surabaya resmi membuka tiga program studi (prodi) baru untuk tahun ajaran 2026/2027, sebagai respons atas tingginya kebutuhan tenaga kesehatan di Indonesia. Tiga prodi tersebut meliputi Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn), Pendidikan Dokter Spesialis Bedah, serta Pendidikan Profesi Psikolog.

Bacaan Lainnya

Rektor Universitas Ciputra Surabaya, Prof. Wirawan Endro Dwi Radianto, menegaskan bahwa pembukaan prodi ini merupakan langkah strategis untuk menjawab kebutuhan mendesak di sektor kesehatan.

“Ini benar-benar mendesak. Kami ditugaskan membuka dua spesialis dan satu profesi psikologi, dan kami merespons dengan segera,” ujarnya di Surabaya, Minggu (20/4).

Mengusung tema “Integrating Mind, Body, and Surgical Excellence”, ketiga program tersebut dirancang untuk mengintegrasikan keilmuan medis, psikologi, serta keterampilan bedah secara komprehensif.

Antusiasme calon mahasiswa terhadap program ini terbilang tinggi, bahkan jumlah pendaftar disebut telah melampaui kuota yang tersedia. Kondisi ini mendorong pihak kampus untuk mempertimbangkan penambahan kapasitas, seiring besarnya kebutuhan tenaga dokter spesialis dan psikolog, terutama dalam upaya pemerataan layanan kesehatan di berbagai daerah.

Dalam pelaksanaannya, Universitas Ciputra menggandeng sejumlah rumah sakit sebagai wahana pendidikan klinis, salah satunya RSUD dr. Soewandhie Surabaya. Masa pendidikan untuk profesi psikolog ditempuh sekitar 1,5 tahun, sementara pendidikan dokter spesialis berlangsung selama empat tahun.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, mengungkapkan bahwa kebutuhan dokter spesialis, khususnya di bidang bedah, masih belum terpenuhi.

“Produksi dokter spesialis masih kurang. Bahkan antrean operasi di rumah sakit masih panjang,” katanya.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra Surabaya, Prof. Hendy Hendarto, menjelaskan bahwa pembukaan program pendidikan spesialis memerlukan persiapan yang kompleks, baik dari sisi sumber daya manusia maupun fasilitas.

“Prosesnya tidak sederhana. Untuk pendidikan spesialis, pencatatan dan penanganan harus dilakukan oleh dokter spesialis. Ini menjadi tantangan tersendiri, sehingga kami menyiapkan sistem dan kolaborasi dengan rumah sakit agar kurikulum tetap berjalan,” ujarnya.

Baca Juga:  Pasar Kembang Direvitalisasi, Pemkot Sudah Sediakan TPS

Ia juga menekankan pentingnya ketersediaan pasien sebagai bagian dari proses pembelajaran klinis, yang didukung oleh fasilitas modern, termasuk teknologi operasi minimal invasif.

“Kami menggunakan pendekatan operasi minimal dengan teknologi canggih. Semua peralatan dan fasilitas kami siapkan untuk menunjang kualitas pendidikan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Program Studi Pendidikan Profesi Psikolog Universitas Ciputra, Dr. Stefani Virlia, menjelaskan bahwa kurikulum terbaru mengacu pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2022, yang mengharuskan mahasiswa menempuh empat latar layanan utama.

“Mahasiswa kini harus menjalani praktik di bidang kesehatan, pendidikan, tempat kerja, dan komunitas. Masing-masing memiliki praktik lapangan minimal 270 jam, sehingga lulusan menjadi psikolog umum yang siap menangani berbagai kasus,” jelasnya.

Program profesi psikolog sendiri ditempuh selama tiga semester, mencakup pembelajaran teori, praktikum, serta praktik lapangan di berbagai institusi seperti puskesmas, rumah sakit, lembaga pendidikan, perusahaan, hingga komunitas.

Dengan pembukaan tiga prodi ini, Universitas Ciputra berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan jumlah dan kualitas tenaga kesehatan di Indonesia, sekaligus menjawab tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks. (r6)

Pos terkait