
Surabaya, (DOC) – Pemkot Surabaya, melalui PD Pasar Surya, segera memulai revitalisasi Pasar Kembang. Langkah awal proyek ini adalah pembangunan tempat penampungan sementara (TPS) untuk relokasi pedagang.
Rencana ini di sampaikan oleh Direktur Pembinaan Pedagang PD Pasar Surya, Gianto Sulistyono, dalam sosialisasi kepada pedagang pada Selasa (5/11/2024). Ia menyebutkan, rencana revitalisasi ini telah di mulai sejak 11 September 2024, dan TPS kini sudah mulai di bangun.
“Insya Allah, pembangunan TPS di mulai bulan ini dan di harapkan selesai di bulan yang sama,” kata Gianto pada Rabu (6/11/2024).
Lokasi TPS terletak di halaman Pasar Kembang yang biasanya menjadi lahan parkir. Lahan parkir akan di pindahkan sementara ke bagian depan pasar. PD Pasar Surya masih berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) terkait pemindahan parkir ini.
Tampung 100 Stan
Gianto menjelaskan bahwa tempat penampungan ini akan mampu di pakai sekitar 100 stan pedagang, dan di rencanakan bisa di tempati pada 24 November 2024.
“Setelah pedagang di relokasi ke TPS, proses revitalisasi Pasar Kembang akan di mulai,” ujarnya.
Proses revitalisasi di lakukan secara bertahap. Tahap pertama akan di mulai di lantai satu sisi utara pasar, sehingga hanya pedagang di sisi tersebut yang di relokasi. Dari data PD Pasar Surya, jumlah pedagang di pasar ini mencapai 551 orang, melebihi kapasitas TPS yang hanya dapat menampung 100 stan.
“Karena itu, revitalisasi pasar yang luasnya 4.876 meter persegi ini akan di lakukan bertahap. Setelah tahap pertama selesai dan pedagang kembali ke gedung baru, kami akan merelokasi pedagang di sisi selatan ke TPS untuk revitalisasi tahap dua,” jelasnya.
Proyek ini di perkirakan rampung pada Februari 2025. Tahap pertama di kelola oleh PD Pasar Surya, dan tahap kedua akan di laksanakan oleh Bank Jatim.
Gianto juga menjelaskan bahwa pedagang yang berhak menempati TPS harus memenuhi dua syarat: tidak memiliki tunggakan rekening dan memiliki legalitas pemakaian stan.
“Bagi yang masih memiliki tunggakan, kami memberikan batas waktu hingga 14 November 2024 untuk menyelesaikannya,” pungkasnya. (r6)





