Eri Cahyadi Paparkan Strategi Pengentasan Kemiskinan Terintegrasi di Surabaya Pada Tim PPD Bappenas

Eri Cahyadi Paparkan Strategi Pengentasan Kemiskinan Terintegrasi di Surabaya Pada Tim PPD Bappenas
Eri Cahyadi paparkan strategi penurunan kemiskinan pada tim Bappenas. (Foto: Dinkominfo Surabaya)

Surabaya, (DOC)Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memamerkan strategi pengentasan kemiskinan di hadapan Tim Penilai Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2026 dari Bappenas di Ruang Sidang Wali Kota, Senin (6/7/2026). Di Surabaya, proyek fisik seperti perbaikan jalan kini wajib menjadi mesin penggerak ekonomi warga miskin.

Bacaan Lainnya

Eri mengintegrasikan anggaran seluruh Perangkat Daerah (PD) agar bermuara pada pengurangan kemiskinan. Salah satu terobosannya diterapkan di Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM).

“Saya sampaikan kepada teman-teman DSDABM, anggaran kamu harus bisa menurunkan kemiskinan. Penurunan kemiskinan itu bukan hanya urusan bidang sosial,” tegas Eri.

Melalui program padat karya, Pemkot Surabaya mewajibkan setiap proyek fisik seperti pemasangan paving untuk menyerap tenaga kerja lokal prasejahtera. Tak hanya itu, material paving pun wajib dibeli langsung dari pabrik padat karya yang dikelola oleh warga miskin.

Strategi ini terbukti efektif mendongkrak pendapatan warga binaan hingga Rp6 juta per bulan, sekaligus memangkas angka pengangguran terbuka di Surabaya secara drastis dari 9,68 persen menjadi 4,8 persen.

Selain program paving, Eri juga memaparkan kesuksesan inovasi “Satu Data Surabaya” yang berhasil menekan angka stunting dari 25,8 persen (2021) menjadi tinggal 0,5 persen (2025). Pemkot juga sukses membangun sekolah untuk anak miskin senilai Rp40 miliar murni dari dana gotong royong donatur tanpa menyentuh APBN.

Paparannya yang komprehensif ini mendapat pujian tinggi dari Ketua Tim Penilai Bappenas, Prakoso Grahayudiandono. Ia mengapresiasi kebijakan Pemkot Surabaya yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Setelah sesi paparan ini, Tim Bappenas dijadwalkan melakukan kunjungan lapangan untuk meninjau langsung implementasi program rumah padat karya dan Kampung Pancasila di Surabaya.

Pos terkait