D-ONENEWS.COM

Flyer Relawan Eri Cahyadi Menyebar di Warga, Politisi PKB Protes Keras

Surabaya,(DOC) – Politisi asal Partai Kebangkitan Bangsa(PKB) ‘protes keras’ atas temuan flyer atau selebaran berisikan profil dan kampanye Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Eri Cahyadi yang beredar ditengah masyarakat.

Flyer yang dibuat atasnama relawan Eri Cahyadi tersebut, dianggap sebuah tindakan kurang etis dari Eri Cahyadi yang kini masih menyandang status Aparatus Sipil Negara(ASN).

Hal ini seperti disampaikan oleh Wakil Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Surabaya, Mahfudz yang menemukan selebaran itu dikawasan Gubeng Surabaya.

Ia juga mengaku telaha menelusuri ke sebagian warga Gubeng yang masuk dalam daerah pemilihannya (Dapil), saat pencalonan legislative 2019 lalu.

“Ternyata selebaran itu sudah menyebar dan banyak diterima masyarakat,” ungkap Sekretaris Komisi B DPRD Kota Surabaya ini, Selasa(11/2/2020).

Selebaran itu, kata Mahfudz, berisi tentang profile Eri Cahyadi dan program-program kerjanya selama menjabat di dinas – dinas lingkungan Pemkot Surabaya. Dalam selebaran itu juga ada penjelasan kesamaan program kerja Wali Kota Tri Risma dengan Eri Cahyadi.

“Ada tulisan ‘Kenapa mendukung Eri Cahyadi?’. Ini kan bentuknya kampanye, tapi selama ini Eri berkilah tak mencalonkan diri. Gak Etis lah, saya minta Eri Cahyadi bersikap jantan, kalau mau maju monggo, kalau enggak ya enggak. Alasannya kok selalu sama, saya(Eri,red) nggak daftar dan itu bukan saya yang bikin. La trus siapa??,” kata Mahfudz menirukan jawaban Eri, sambil menunjukkan selebaran warna merah yang memuat foto Eri Cahyadi berdiri di samping foto setengah badan Walikota Aktif Surabaya Tri Rismaharini.

Apabila benar, Eri Cahyadi mencalonkan diri, maka dirinya meminta lepas jabatan dan mengundurkan diri dari ASN.

“Selama ini dia kemana pun atas nama Bappeko. ASN gak boleh. Kita gak khawatir apa-apa. Tapi dia kemana-mana melekat atribut ASN nya dan membawa nama Bapeko otomatis pakai menggunakan fasilitas negara pakai dana APBD. Kan haram hukumnya itu,” tandasnya.

Ketika ditanya, apakah temuan tersebut sudah menjadi sebuah pelanggaran kampanye, Mahfudz hanya menyatakan bahwa itu tidak etis dilakukan oleh seseorang berstatus ASN.

“Sudahlah kalau mau mencalonkan harus segera copot status ASN dan tidak lagi memanfaatkan fasilitas negara. Tidak usah menyebar flyer-flyer lagi secara diam-diam,” tegasnya. (robby)

Loading...

baca juga