Surabaya, (DOC) – Pasca longsor di Desa Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa tinjau titik terjadinya longsor. Tercatat 21 korban dari sore kemarin dinyatakan hilang.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau titik lokasi longsor di Dusun Selopuro Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk.
Khofifah mengatakan bahwa biasanya tim evakuasi di bantu oleh anjing pelacak untuk mempercepat mengidentifikasikan titik tertentu. “Karena ini harus segera dibuatkan jalan untuk menuju ke titik atas, masih ada beberapa korban yang berada di titik atas tertentu,” jelasnya, Selasa (16/02/21).
Di hari terjadinya turun hujan Bupati Nganjuk sudah menyampaikan pesan kepada masyarakat sekitar untuk segera melakukan evakuasi diri, tetapi tidak diduga intesitas hujan cukup tinggi hingga menyebabkan longsor. “Kita mengucapkan turut berduka cita atas kehilangannya, dan yang dirawat di rumah sakit akan segera sembuh. Serta, untuk keluarga korban semoga diberi ketabahan, kesabaran, dan selalu dalam perlindungan,” doa Khofifah.
Khofifah menjelaskan proses lahan jika berada di lempenban tertentu akan berpotensi terjadi kerentangan lahan yang masih tinggi. “Oleh karena itu, lahan perhutani akan mengkomunikasikan ke pihak Perhutani terkait berpindah tempat tinggal. Dengan mengungsi, tempat ini akan kami urus dan Pak Bupati,” jelasnya.
Khofifah juga menyampaikan bahwa soal ganti rugi adalah urusan Bupati Nganjuk. “Tapi pastinya untuk yang meninggal akan mendapat santunan dari kamu,” tutupnya. (fadiv/fr)