Surabaya,(DOC) – Hujan deras yang mengguyur Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, pada Selasa (24/12/2024) sore, menyebabkan banjir parah di beberapa lokasi. Dampak signifikan terlihat di Jalan Layang Waru, yang mengalami genangan air setinggi 50 sentimeter di bawah jembatan, mengakibatkan kemacetan total hingga 4 kilometer ke arah Gedangan. Ratusan kendaraan roda dua mogok akibat terjebak banjir.
Menurut Harisanto (39) warga sekitar, hujan deras mulai mengguyur kawasan Waru sejak pukul 14.30 WIB dan baru mereda menjelang sore, meskipun intensitas hujan masih tinggi hingga pukul 18.00 WIB. “Banyak motor yang mogok karena terjebak banjir. Kemacetan sangat parah,” katanya.
Warga tidak mengetahui penyebab pasti banjir di Jalan Raya Surabaya-Malang. “Sungai yang melintasi Jalan Layang Waru, tepatnya di depan Jalan Letjend S. Parman, sudah meluap ke jalan,” tambahnya.
Sementara itu, M. Solichan, Kabid Kedaruratan, Logistik, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi (KLRL) BPBD Sidoarjo, melaporkan bahwa banjir juga melanda sejumlah wilayah di kawasan Tanggulangin, seperti Desa Kedungbanteng, Banjarasri, dan Banjarpanji. “Banjir di Tanggulangin cepat surut,” ungkapnya.
Surabaya Selatan Terparah Akibat Hujan Lebat
Selain Sidoarjo, Hujan lebat di sertai angin kencang juga mengguyur Surabaya sejak sekitar pukul 15.30 WIB sampai malam hingga membuat banjir parah. Beberapa kawasan di kota ini tergenang, termasuk Jalan Kartini, Dukuh Pakis, Dukuh Kupang Timur, Girilaya, Gayungan, Ketintang, dan Margorejo.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyatakan genangan air terjadi di beberapa titik akibat hujan lebat selama empat jam. “Gayungan, Ketintang, dan Margorejo, serta titik-titik menuju Wonorejo, sudah terendam karena hujan,” ujarnya di lokasi banjir.
Menurut Eri, titik paling parah ada di Surabaya Selatan, di mana hujan yang paling deras terjadi. “Di Dharmawangsa dan Srikana, sungai sudah mulai meluap. Di Wonorejo, ketinggian air mencapai 185 cm, sudah maksimal dan tidak bisa menampung lagi,” tambahnya.
Eri juga menyebutkan bahwa sungai-sungai di Surabaya, termasuk Sungai Jagir dan Sungai Wonokromo, sudah penuh. “Aliran air tidak bisa masuk ke sungai karena hujan deras di wilayah Jombang dan Mojokerto, sehingga menyebabkan sungai-sungai di Surabaya meluap,” ungkapnya.
Wali Kota Eri berharap hujan segera reda agar pihaknya bisa mengatasi banjir yang melanda sejumlah wilayah di Surabaya. “Semua aliran air melalui Surabaya, dan sungai-sungai yang ada pintu airnya sudah penuh, tidak bisa menampung air lagi,” pungkasnya.(r7)





