
Surabaya,(DOC) – Pemerintah Kota Surabaya kembali menegaskan komitmennya dalam membangun kota berbasis inovasi. Melalui ajang tahunan Inovasi Suroboyo (Inovboyo) 2025, Surabaya mendorong percepatan pembangunan, khususnya di sektor kesehatan.
Dari total 342 inovasi yang diajukan oleh perangkat daerah, DPRD, RSUD, kecamatan, dan kelurahan, sebanyak 41 inovasi berasal dari bidang kesehatan. Ini menunjukkan fokus Pemkot pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Inovboyo 2025 diselenggarakan oleh Bappedalitbang Kota Surabaya dan resmi dibuka pada 17 Juni 2025. Ajang ini bukan hanya kompetisi, tetapi ruang kolaboratif bagi seluruh elemen kota untuk menciptakan solusi nyata bagi tantangan perkotaan.
Kepala Bappedalitbang Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, menjelaskan bahwa tema besar tahun ini adalah “Inovasi dalam Rangka Peningkatan Kualitas Infrastruktur dan Mitigasi Bencana.” Namun, inovasi tidak dibatasi pada bidang fisik. Pengembangan sumber daya manusia, termasuk di sektor kesehatan, menjadi perhatian utama.
“Inovboyo mendorong seluruh pihak untuk berinovasi dan memberi dampak langsung bagi masyarakat. Tujuan akhirnya adalah menjadikan Surabaya kota inovatif yang berkelanjutan,” ujarnya, Selasa (8/7/2025).
Spektrum Inovasi yang Luas
Inovboyo 2025 membuka berbagai kategori: dari inovasi digital (seperti web, aplikasi, AI, IoT, AR/VR), agribisnis, energi terbarukan, sosial budaya, hingga inovator muda.
Kategori perangkat daerah menyoroti tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik—termasuk layanan kesehatan dan pendidikan berbasis teknologi.
Setiap inovasi harus memenuhi kriteria: pembaruan, manfaat nyata, tidak membebani masyarakat, relevan dengan wewenang Pemkot, dan dapat direplikasi. Penilaian dilakukan oleh tim ahli dari BSKDN Kemendagri dan BRIDA Jawa Timur.
Inovasi Kesehatan Jadi Sorotan
Beberapa inovasi unggulan dari Dinas Kesehatan Surabaya antara lain:
- PWS (Pemantauan Wilayah Setempat): meningkatkan kewaspadaan dini.
- Skrining E-Me Health: deteksi mandiri kesehatan mental.
- Kismis Halal: kampanye konsumsi jamu herbal.
- Gen Banting dan Pentas: percepatan penurunan stunting dan peningkatan status gizi.
- Peri Cinta: kesehatan gigi calon pengantin.
- e-Health: digitalisasi layanan kesehatan.
- Sowan Purbaya dan Surabaya Health City: untuk kesehatan masyarakat veteriner dan kota sehat.
Kontribusi RSUD dan Kecamatan
- RSUD Dr. Soewandhie menghadirkan:
- Dumpling: turunkan kecemasan ibu bersalin.
- Fast Track Chest Pain: respons cepat penyakit jantung.
- Aksi Rek: cegah pendarahan pasca-persalinan.
- Semat Guject Tu Fluset: efisiensi pengolahan air.
Dari tingkat kecamatan, inovasi menyasar isu stunting dan kesehatan ibu-anak:
- Bulak: Isok Pas TB dan Posyandu Nelayan.
- Dukuh Pakis: Dassi untuk stunting.
- Gayungan: Posyandu Smart Dukuh Menanggal.
- Gubeng: Arek Emas, Berlian Baratajaya, dan Canting Edola Mak Kannak.
- Jambangan: Posyandu Asyik.
- Karangpilang: Klanting.
- Kenjeran: Taksi Penting dan Ketan Beras.
- Sambikerep: Kepiting Beringin.
- Tambaksari: Kopi Bestari.
- Tandes: Pos Penanganan Stunting dan Posga Wethan Ceria.
- Wiyung: Jajartunggal Zero Stunting dan Therapeutic Stunting Center.
Bukti Komitmen Jangka Panjang
Inovboyo sebelumnya mencetak prestasi besar, seperti Rekor MURI untuk peserta terbanyak pada 2022 dan predikat Kota Terinovatif dari pemerintah pusat.
Tahun ini, 24 pemenang dari semua kategori akan berkesempatan mengimplementasikan ide mereka ke dalam program nyata milik Pemkot, lengkap dengan bimbingan lanjutan.
“Fokus pada inovasi kesehatan ini adalah bagian dari misi menjadikan Surabaya kota cerdas, tangguh, dan adil. Kami ingin warga, terutama generasi muda, jadi pelaku inovasi untuk tantangan global,” tutup Irvan. (r6)





