Isu Konflik Timur Tengah Picu Antrean Panjang di SPBU Lumajang, Bupati Indah: Stok BBM Aman!

Isu Konflik Timur Tengah Picu Antrean Panjang di SPBU Lumajang, Bupati Indah: Stok BBM Aman!Lumajang,(DOC) Kepanikan warga akibat isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) imbas konflik Iran, Amerika Serikat, dan Israel memicu antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Lumajang, Sabtu (7/3/2026).

Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan mengular, salah satunya di SPBU Bagusari, Jalan Mahakam, Kelurahan Jogotrunan. Sejak siang hari, kendaraan roda dua maupun roda empat tampak memenuhi jalur pengisian Pertalite dan Pertamax hingga meluber ke bahu jalan.

Bacaan Lainnya

Banyak pengendara mengaku sengaja mengisi bahan bakar lebih awal karena khawatir pasokan akan terganggu akibat situasi geopolitik di Timur Tengah.

Sumanjaya, salah seorang warga, mengaku harus mengantre hingga 20 menit. Menurutnya, kabar burung mengenai kelangkaan BBM sudah menyebar cepat di tengah masyarakat.

“Antrean mulai ramai setelah beredar kabar kelangkaan BBM akibat konflik di Timur Tengah. Jadi, lebih baik isi sekarang buat jaga-jaga,” ujarnya kepada tim redaksi.

Hal senada diungkapkan Ardi. Ia rela antre panjang karena takut stok di SPBU habis total jika perang antara Iran, Israel, dan AS terus memanas.

Menanggapi fenomena ini, Pemerintah Kabupaten Lumajang bergerak cepat melakukan pengecekan lapangan. Bupati Lumajang, Indah Amperawati, memastikan bahwa ketersediaan BBM di seluruh wilayah Lumajang dalam kondisi aman.

“Stok BBM sudah saya cek langsung di Lumajang, semuanya masih aman dan mencukupi,” tegas Bupati yang akrab disapa Bunda Indah tersebut.

Bunda Indah mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terjebak dalam aksi panic buying (pembelian berlebihan), karena hal itulah yang justru menyebabkan kepadatan di SPBU.

“Distribusi BBM ke Lumajang masih berjalan normal. Masyarakat tidak perlu khawatir, silakan membeli sesuai kebutuhan saja,” pungkasnya.(r7)

Baca Juga:  Pemprov Jatim Terima Bantuan 50 Ton Oksigen PT Pertamina Gas

Pos terkait