Probolinggo,(DOC) – Kapal pengangkut sembako milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gili Ketapang, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, terbalik di perairan sekitar Pulau Gili Ketapang, Selasa (9/6/2026). Akibat insiden itu, sekitar 14 ton bahan pokok berupa beras dan minyak goreng tenggelam ke laut.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Seluruh awak kapal berhasil menyelamatkan diri sebelum kapal bernama Bahari Makmur tenggelam.
Kapal itu membawa sekitar 8 ton beras dan 6.000 liter minyak goreng atau setara 6 ton. Muatan tersebut hilang setelah kapal kehilangan keseimbangan di tengah perjalanan menuju Pulau Gili Ketapang.
Video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan karung-karung beras dan kemasan minyak goreng mengapung di sekitar lokasi kejadian. Sejumlah warga dan nelayan berupaya menyelamatkan barang yang masih bisa di ambil.
Diduga Diterjang Gelombang Besar
Kasatpolairud Polres Probolinggo, AKP Wayan, menjelaskan kapal yang dinakhodai Imam (36) berangkat dari Dermaga Utara Pelabuhan Tanjung Tembaga, Kota Probolinggo, sekitar pukul 12.00 WIB.
“Sekitar pukul 13.00 WIB kapal melintas di perairan dekat Pulau Gili Ketapang. Gelombang yang cukup besar diduga menghantam kapal hingga kehilangan keseimbangan dan akhirnya terbalik,” ujarnya.
Petugas menerima laporan kejadian sekitar pukul 14.15 WIB dari nelayan dan warga yang berada di sekitar lokasi.
Menurut AKP Wayan, empat kapal berangkat dari Pelabuhan Tanjung Tembaga menuju Gili Ketapang untuk mengangkut kebutuhan pokok masyarakat. Namun, kapal Bahari Makmur yang berada di urutan terakhir mengalami kecelakaan sekitar dua mil laut dari dermaga.
KSOP Selidiki Dugaan Kelebihan Muatan
Kepala Seksi Humas KSOP Tanjung Tembaga, Hendra Yulispriyanto, mengatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut.
“Kami masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak dan melakukan pendalaman terkait penyebab kecelakaan kapal ini,” katanya.
Selain faktor cuaca, petugas juga menelusuri kemungkinan adanya kelebihan muatan. Informasi yang beredar menyebutkan kapal itu memiliki kapasitas sekitar 7 Gross Tonnage (GT). Sementara itu, muatan yang di bawa mencapai sekitar 14 ton.
Dugaan kelebihan muatan kini menjadi salah satu fokus penyelidikan aparat bersama KSOP Tanjung Tembaga.
Petugas masih mendata kerugian dan mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak. Mereka juga terus menyelidiki insiden yang menyebabkan belasan ton sembako milik BUMDes Gili Ketapang hilang di laut tersebut.(r7)





