Lumajang,(DOC) – Warga Lumajang geger setelah seekor kerbau yang lagi bunting di ketemukan mati dengan tubuh yang terpotong-potong atau di mutilasi.
Bangkai kerbau yang berada di sekitar tempat pemakaman umum (TPU) Tanjung Makam, Kelurahan Ditotrunan, Kecamatan Lumajang, hanya menyisakan beberapa organ tubuh saja. Sedangkan dagingnya sudah di bawa kabur oleh pencuri.
Kerbau tersebut di ketahui milik Tinap (63) warga Desa Salokgondang, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang. “Daging kerbau sudah di ambil habis. Hanya tersisa kepala, jeroan dan tulang kerangkanya saja,” kata Tinap, Kamis(15/8/2024).
Ia mengaku memiliki dua ekor kerbau yang sehari sebelumnya di tinggal di area sawah sisi timur TPU Tanjung, Kelurahan Ditotrunan. Namun, hari ini seekor kerbau peliharaannya di ketemukan mati dengan kondisi mengenaskan.
“Saya sangat terkejut dan sedih. Kerbau ini sedang bunting delapan bulan, jadi anak di dalam kandungannya juga ikut mati,” ujar Tinap pilu.
Mirisnya, anak kerbau yang dalam kandungan itu juga di tinggal oleh pelaku pencurian bersama organ lainnya.
“Anak Kerbau yang di kandungan juga ikut mati. Terus di tinggalkan gitu saja dengan organ lainnya,” katanya.
Sementara itu, Kapolsek Lumajang Kota i Iptu Andhi Indra Septa mengakui, bahwa peristiwa pencurian daging ternak peliharaan kembali marak di Lumajang. Bahkan dalam beberapa bulan terakhir ini, sudah ada empat peristiwa dengan kasus serupa.
“Ada empat kejadian. Pertama di Jalan Lintas Timur (JLT) Desa Boreng, Pasar Patok, dan di Ditotrunan, serta Desa Klanting, Kecamatan Sukodono,” ujarnya.
Modus operandi pelaku selalu sama, yakni menyasar kerbau yang sedang merumput dan kemudian di sembelih di tempat.
“Ini di duga kelompok pelakunya sama dengan kejadian-kejadian di Lumajang dan Sukodono. Kita akan terus melakukan penyelidikan agar kasus ini segera terungkap,” tandasnya.
“Modus operandinya sangat mirip. Mereka mengincar kerbau yang sedang mencari makan, lalu di bawa ke tempat sepi untuk penjagalan,” pungkasnya.(imam)