D-ONENEWS.COM

Komisi C Minta Ticket Monorel dan Trem Terjangkau Masyarakat

Surabaya,(DOC) – Rencana pembangunan moda angkutan massal cepat (AMC) di Surabaya berupa monorel dan kereta trem, nampaknya masih jauh dari angan-angan. Proyek yang rencananya akan dimulai pembangunannya pada 2014-2015 oleh Pemkot tersebut, diganjal oleh Komisi C DPRD Surabaya.
Komisi yang membidangi pembangunan ini menyoroti tajam adanya subsidi tiket pada monorel dan trem nantinya. Adapun rencana besaran subsidi untuk para penumpang nilainya antara Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu.
“Saya tidak setuju bila tiap penumpang mendapatkan subsidi 20 ribu. Ini memberatkan,” tandas Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Sachiroel Alim, saat hearing dengan instansi terkait, Senin(20/1/2014).
Dijelaskan Alim, sudah hampir setahun memantau perkembangan rencana pembangunan moda angkutan massal cepat (AMC). Ingin mendapatkan informasi yang utuh terkait hal ini serta progress dan report kemajuannya, karena menyangkut kemaslahatan warga Surabaya.
“Biaya operasional untuk tiketing yang mendapatkan disubsidi ini sangat memberatkan. Kalau pelayanan publik ini membebani APBD, kami juga keberatan,” tandasnya.
Menurut politisi asalnya Demokrat ini pihaknya bukan berniat ‘mengganjal’ proyek ini. Hanya saja pihaknya ingin menyempurnakan proyek ini sehingga tidak memberatkan banyak pihak. “Kita ingin menyempurnakan konsep ini, tapi hati-hati dalam penggunaan uang rakyat,” ungkapnya.
Hal senada dikatakan anggota Komisi C lainnya, Agus Sudarsono yang menyoroti terkait subsidi yang diberikan untuk tiketing. Transportasi itu bisa jadi yang mendapatkan subsidi adalah orang-orang yang cukup.
“Kalau hanya untuk angkutan orang saja, berarti sama saja memberikan subsidi untuk kalangan menengah ke atas,” tandas Agus Sudarsono.
Sementara itu, perwakilan dari Bappeko Surabaya, Kabag Sarana dan Prasarana Bappeko, Dwijaja Wardhana menuturkan bahwa pihaknya berupaya untuk meminimalisir subsidi. Caranya salah satunya mendayagunakan halte-halte yang ada nantinya. Dengan dipakai untuk kios-kios jualan atau untuk advertising.
“Perkiraan kita harga tiket antara Rp 6 ribu hingga Rp 10 ribu. Jadi memang harus ada subsidi sebesar Rp 20 ribu-Rp 30 ribu,” kata Dwija.
Dijelaskan bahwa sesuai yang dijadwalkan 2014-2015 pelaksanaan kontruksi. Perkembangan terakhir sudah lakukan pengadaan badan usaha sebagai pelaksana. Ada dua moda utama. Yakni untuk kawasan Utara-Selatan sepanjang sekitar 17 km dengan trem. Nantinya akan ada 29 titik pemberhentian dengan jarak tiap halte 1,5 km -2 km. Untuk trem berisi 2 gembong dengan kemampuan muat 200 orang.
Sedangkan yang menghubungkan wilayah Timur ke Barat sepanjang 24 km dengan menggunakan Monorel. Nantinya akan dibuat sebanyak 25 halte. Monorel nantinya setiap rangkain berisi 4 gerbong. “Diperlukan biaya sebesar Rp 8,8 Trilyun untuk proyek ini,” tutur Dwija.
Berebeda dengan Kabag Bina Program, Dedik Irianto yang merasa yakin bahwa proyek ini banyak diminati oleh para investor. Pihaknya juga siap untuk menindaklanjutinya sesuai dengan prosedur dan sesuai dengan aturan.
“Jadi kami yakin, banyak investor yang minat,” ujarnya. (r7)

Loading...

baca juga