D-ONENEWS.COM

Awey Ngaku Kaget, Suharto Wardoyo di Staff Ahlikan

foto : Vinsensius Awey

Surabaya,(DOC) – Dinon-job kannya Suharto Wardoyo dari jabatannya sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil kota Surabaya, mendapat kritikan dari anggota Komisi C DPRD kota Surabaya Vinsensius Awey.

Ia menilai, pencopotan Anang (sapaan akrab Suharto Wardoyo,red) kurang tepat, karena sebelumnya dia sukses mengembangkan pelayanan publik berbasis internet “Seven in One” hingga meraih penghargaan “TOP Fourty” Sinovik 2018 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) beberapa waktu lalu.

“Kinerja pak Anang sudah bagus dengan berbagai inovasinya. Tidak semestinya dicopot?,” ucap politisi Nasdem ini, Selasa(12/2/2019).

Awey mengakui, apabila rotasi dan mutasi Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemkot Surabaya merupakan hak prerogratif Wali Kota. Hanya mengagetkan saja, ketika seorang pejabat yang baru saja meraih sukses mengembangkan pelayanan publik, malah dijadikan staff ahli.

“Kok tak sebanding ya reward yang diberikan. Mestinya dirotasi menjadi kepala OPD lain yang masih kosong sampai saat ini,” imbuhnya.

Beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang masih kosong jabatannya, kata Awey, yaitu Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (DMK), Kepala Dinas Kebersihan Ruang Terbuka Hijau, dan Kepala Dinas Komunikasi Informatika.

“Jabatan itu semuanya kosong dan di isi oleh Plt(Pelaksana Tugas,red). Kan bisa dirotasi di jabatan itu,” tanya Awey.

Seperti pada pemberitaan sebelumnya, Suhartoyo Wardoyo telah resmi dilantik sebagai staff ahli oleh Wali Kota Tri Rismaharini, Senin(11/2/2019) kemarin. Jabatan lamanya sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk Capil) Kota Surabaya, di isi oleh Agus Imam Sonhaji yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika.

“Saya sudah 7 tahun di Dispendukcapil sehingga tidak ada masalah sekarang di copot. Terima kasih atas bantuannya selama ini,” kata Anang singkat saat dikonfirmasi terpisah.

Informasi dari pejabat internal Pemkot Surabaya, Anang di ganti karena ada kecemburuan di internal Pemkot terkait penghargaan yang diterimanya. Namun informasi lain menyebutkan, bahwa Anang di copot jabatannya karena tersandung kasus hukum soal penerbitan Kartu Keluarga (KK) untuk warga dari luar kota Surabaya yang digunakan mengurus dokumen. Kasus tersebut terbongkar oleh pihak kepolisian, karena orang dari luar kota Surabaya pemegang KK dengan alamat rumah Surabaya yang sedang sengketa, tersandung masalah hukum.(robby/r7)

Loading...

baca juga