Kairo,(DOC) – Melalui Kementerian Sosial (Kemensos) RI, Pemerintah Indonesia melakukan langkah nyata dalam pelaksanaan pembangunan kesejahteraan sosial.
Pemerintah telah menyusun sistem perlindungan sosial dan kebijakan yang meningkatkan perlindungan dan jaminan sosial. Sekaligus pemberdayaan dan rehabilitasi sosial bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).
Poin tersebut merupakan bagian penting sambutan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini dalam forum Konferensi Tingkat Menteri Organisasi Konferensi Islam (OKI) di Kairo, Mesir, Selasa(6/6/2023).
Dalam konferensi yang di hadiri delegasi dari 40 negara itu, Mensos memparkan secara lengkap kebijakan dan program Kemensos dalam menangani berbagai masalah sosial.
Mensos menjelaskan, untuk meningkatkan penanganan kemiskinan, pemerintah memperbaiki Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Dengan pengambilan data lebih terperinci tentang profil Keluarga Penerima Manfaat (KPM). “Hingga kini, setidaknya 100 juta penerima manfaat terdaftar dalam DTKS, dengan 1.040 juta penyandang disabilitas. DTKS menjadi acuan pelaksanaan program jaminan kesehatan gratis (PBI-JKN). Membebaskan lebih dari 8.000 orang dari pasung,” katanya dalam acara itu, yang mengambil topik “Social Justice and Social Security”.
DTKS menjadi penopang penyelenggaraan program perlindungan dan sistem jaminan sosial untuk keluarga miskin, yang di kenal sebagai Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako. “Tahun 2022, kami telah menjangkau hampir 10.000.000 KPM PKH dan 18.800.000 penerima manfaat Sembako,” katanya.
Kemensos bekerja sama dengan pemerintah daerah menyelenggarakan program perlindungan sosial selama pandemic. Bersama PT Pos Indonesia sebagai penyalur, kelompok masyarakat terdampak pandemi menerima bantuan berupa BLT BBM dan BLT minyak goreng.
Untuk meningkatkan kapasitas ekonomi kelompok miskin, Kemensos membantu dengan program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA).
Program ini memberikan bantuan usaha dan peningkatan kapasitas kewirausahaan.
“Tahun lalu, program ini mencapai dan meningkatkan taraf hidup 10.000 keluarga di seluruh Indonesia,” ungkapnya.
- Mensos menambahkan. PENA membantu usaha mikro di 5 klaster. Berupa kuliner, kerajinan tangan, barang-jasa, pertanian dan perkebunan.
Untuk mendorong pendapat kelompok marjinal, pemerintah telah membangun dua rumah susun sewa(Rusunawa) dengan 5 lantai.
Kedepan Rusunawa akan di tambah, sedikitnya 14 unit lagi. Di bangun di 8 lokasi se-Indonesia.
“Lantai dasar di Rusunawa ini di prioritaskan untuk Lansia atau penyandang disabilitas. Untuk sewa 1 unitnya mulai dari Rp10.000 per-bulan atau hanya sekitar $0,7 per-bulan,” jelas Mensos Risma.
Pemenuhan dan perlindungan hak-hak penyandang disabilitas juga menjadi perhatian penting.
Guna meningkatkan kemandirian ekonomi, Kemensos mendirikan galeri Sentra Kreasi Atensi (SKA).
Lewat SKA, kisah-kisah sukses telah di rasakan dari berbagai lokasi. Termasuk di antaranya Café More Bandung, ARTNE Coffee di Tabanan Bali, Batik Ciprat, dan sebagainnya.
Kemensos telah melakukan langkah nyata untuk meningkatkan aksesibilitas penyandang disabilitas. Hal ini di lakukan dengan membagikan tongkat penuntun adaptif dengan fitur-fitur inovatif seperti sensor panas, banjir atau air mengalir dan detektor bahan kimia berbahaya, dan GPS.
Pemerintah juga melaksanakan operasi katarak besar-besaran di seluruh negeri, termasuk kepada anak-anak.
“Sekali jalan, setidaknya 300 anak di periksa, dan di rawat. Bila menderita katarak maka langsung di operasi,” tandasnya.
Dengan kampanye secara sistematis, pemerintah mendorong meningkatkan kesadaran masyarakat akan hak-hak penyandang disabilitas.
Menurut Mensos, kami meluncurkan program Indonesia Mendengar, Indonesia Melihat, dan Indonesia Melangkah.
Sebagai negara yang berada di sekitar mega-thrust dan ring of fire terbesar di dunia, pemerintah Indonesia memastikan terus peningkatan ketahanan penyandang disabilitas menghadapi ancaman bencana.
“Di daerah bencana, kami membangun pusat pengungsian besar-besaran. Untuk mendukung dan memastikan semua kelompok mendapatkan perlindungan,” ujarnya.
Untuk menghadapi kemungkinan bencana yang begitu besar, Kemensos menyediakan bufferstock di lumbung sosial. Saat ini terdapat 484 titik logistik (lumbung sosial) di 544 kecamatan di 145 kabupaten/kota, 29 provinsi.
“Bantuan menjadi lebih dekat dan meningkatkan ketahanan masyarakat. Lumbung sosial di isi stok beras, makanan instan siap saji, kotak obat P3K, selimut, kasur, tenda, pakaian dewasa, popok bayi, generator listrik, dan perahu karet,” papar mantan Wali Kota Surabaya dua periode ini.
Kemensos menerjunkan 39.000 Taruna Siaga Bencana (TAGANA), termasuk Difagana dan pendamping sosial lainnya. Mereka di latih untuk dapat melakukan respon cepat.
“Kami punya Kampung Siaga Bencana tersebar di 936 lokasi di 34 provinsi,” katanya.(hm/r7)





