D-ONENEWS.COM

Longsor Ciamis Rusak Puluhan Rumah Warga

 

Ciamis (DOC) – Bencana tanah longsor melanda wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Puluhan rumah warga mengalami kerusakan akibat tertimpa material tanah longsor. Selain bencana tanah longsor juga terjadi pergerakan tanah dan banjir.

Berdasarkan data BPBD Ciamis, hujan deras yang mengguyur sejak kemarin sore menimbulkan bencana longsor di 43 titik, tepatnya di lereng bukit di Desa Panawangan. Longsor tersebut merusak 21 rumah dan mengancam 22 rumah, serta mengancam 2 Sekolah Dasar.

Di Desa Kertayasa, Panawangan, longsor mengancam 8 rumah dan merusak kandang ayam warga. Khawatir longsor susulan, warga penghuni 8 rumah tersebut terpaksa mengungsi sementara ke rumah kerabat terdekat.

Di Kecamatan Ciamis tepatnya di Desa Panyingkiran, tebing setinggi 10 meter menimpa rumah milik Rahmat. Kondisi rumah rusak berat, penghuni terpaksa mengungsi.

Sejumlah warga bergotong-royong mengevakuasi barang berharga di rumah milik Rahmat di Panyingkiran, Ciamis yang tertimbun longsor. Kondisi rumah sangat memprihatinkan dan tidak layak huni. Material longsor menjebol dinding rumah dan sebagian menimpa atap.

Selain bencana longsor, terjadi pergerakan tanah di wilayah Kecamatan Jatinagara menimbulkan jalan desa amblas. Juga dua rumah warga rusak setelah tersambar petir di Desa Indragiri Panawangan.

Luapan sungai Cileueur juga menimbulkan banjir di sejumlah titik di Kecamatan Sadananya. Beruntung luapan sungai itu tidak menimbulkan kerusakan.

“Memang saat ini intensitas hujan cukup tinggi, menimbulkan bencana di sejumlah titik di Ciamis. Beruntung tidak menimbulkan korban jiwa, namun puluhan rumah rusak dan terancam,” kata Kabid Darlog BPBD Ciamis, Ani Supiani, Selasa (12/2/2019).

Upaya yang dilakukan BPBD saat ini melakukan pendataan di beberapa daerah, setelah mendapat laporan dari warga telah dilanda bencana. Sepanjang bulan ini, BPBD memprediksi bencana longsor masih akan terjadi. Potensi longsor terjadi di wilayah Ciamis Utara karena rumah warga banyak didirikan di lereng bukit.

“Kami mengimbaun kepada warga untuk tetap waspada, beberapa hari kedepan sesuai prakiraan dari BMKG curah hujan masih tinggi di Ciamis,” terangnya.

Sementara, salah seorang korban, Rahmat, warga Panyingkiran Ciamis, mengaku sudah memprediksi tebing di belakang rumahnya bakal longsor. Saat kejadian ia sengaja keluar rumah. Sehingga ketika tanah longsor, rumah sudah dalam keadaan kosong.

“Memang sudah diperkirakan akan longsor, jadi saya dan keluarga keluar rumah. Penyebab longsor karena tanah terbawa air cukup deras saat hujan kemarin. Sekarang mengungsi, rumah rusak berat tidak bisa dihuni lagi,” pungkasnya.(dtc/ziz)

baca juga