Maraknya Pencurian Motor, UNEJ Tarik 1.070 Mahasiswa KKN dari Lumajang

Maraknya Pencurian Motor, UNEJ Tarik 1.070 Mahasiswa KKN dari LumajangLumajang,(DOC) – Gelombang pencurian sepeda motor yang menimpa mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Lumajang memicu Universitas Jember (UNEJ) mengambil langkah cepat. Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), UNEJ menarik seluruh 1.070 mahasiswanya dari wilayah tersebut demi menjaga keselamatan.

Pada Jumat dini hari (8/8/2025), pencurian kembali terjadi. Dua motor milik mahasiswa UNEJ lenyap di posko KKN yang berada di rumah Kepala Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh. Korban bernama Audi Anggraini dari Fakultas Kedokteran dan Kaisha Amelia S dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik jurusan Sosiologi.

Bacaan Lainnya

Kapolsek Tempeh, AKP Syamsul Arifin, menyebut pelaku masuk setelah membobol gembok pagar. Mereka lalu membawa kabur dua motor Honda Vario yang terparkir di garasi. Peristiwa ini pertama kali di ketahui istri kepala desa sekitar pukul 02.30 WIB.

Kemudian, dari rekaman CCTV milik tetangga, polisi melihat tiga pelaku yang terlibat. Petugas kini memburu mereka berdasarkan bukti rekaman tersebut.

Kasus Serupa Terjadi Dua Hari Sebelumnya

Sebelumnya, Rabu (6/8/2025), pencurian juga menimpa mahasiswa KKN di Balai Desa Alun-Alun, Kecamatan Ranuyoso. Dua motor hilang, masing-masing milik mahasiswa FISIP UNEJ dan mahasiswi Universitas Islam Negeri KH Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember.

Ali Badrudin, Sekretaris LP2M UNEJ bidang Pengabdian kepada Masyarakat, menjelaskan bahwa keputusan penarikan di ambil setelah rapat daring bersama seluruh perguruan tinggi peserta KKN Kolaboratif. Pertemuan tersebut juga dihadiri Bappeda dan Bakesbangpol Lumajang.

“Penarikan hanya berlaku untuk lokasi di Kabupaten Lumajang. Di daerah lain, KKN tetap berjalan sesuai jadwal,” kata Ali.

Program KKN Kolaboratif di Lumajang di mulai pada 15 Juli 2025 dan sedianya berakhir 20 Agustus 2025. UNEJ menempatkan mahasiswa di 102 desa.

Ali menegaskan bahwa pihaknya menyesalkan kejadian ini. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah daerah memperkuat keamanan di lokasi pengabdian masyarakat. “Ke depan, keamanan mahasiswa harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.(r7)

Pos terkait