Mendikdasmen Dorong Pelatihan Konseling untuk Guru Non BK

Mendikdasmen Dorong Pelatihan Konseling untuk Guru Non-BK
Mendikdasmen Dorong Pelatihan Konseling untuk Guru Non BK

Sidoarjo,(DOC) – Peran Guru Bimbingan dan Konseling (BK) sangat vital dalam membentuk siswa secara utuh. Mereka tidak hanya membantu siswa memahami potensi dan kelemahan diri, tetapi juga mendampingi mereka dalam pengambilan keputusan penting di berbagai tahap kehidupan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa peran konseling seharusnya tidak hanya di miliki oleh guru BK. Menurutnya, semua guru pada waktunya perlu menjadi pembimbing yang memahami dinamika psikologis dan sosial siswa.

Bacaan Lainnya

“Setiap guru punya tanggung jawab sebagai pembimbing. Mereka tidak hanya mendampingi murid dalam urusan akademik, tapi juga dalam pengembangan bakat, minat, dan masalah psikologis,” ujar Mu’ti, Sabtu (10/5).

Kemendikdasmen, lanjut Mu’ti, telah memulai pelatihan untuk Guru BK sejak tahun lalu. Kini, pelatihan akan di perluas untuk mencakup guru-guru non-BK agar mereka memiliki keterampilan dasar bimbingan dan konseling.

Langkah ini di ambil dalam rangka memperkuat pendidikan karakter berbasis sekolah dengan pendekatan yang lebih menyeluruh dan manusiawi.

“Guru BK punya kontribusi besar dalam membangun lingkungan sekolah yang aman, positif, dan mendukung pertumbuhan mental anak,” tegasnya.

Dengan bimbingan yang tepat, siswa diharapkan tumbuh menjadi pribadi mandiri, sehat mental, dan siap menghadapi tantangan kehidupan.

Guru sebagai Agen Peradaban

Menurut Mu’ti, guru bukan hanya penyampai ilmu, tetapi juga agen peradaban. Artinya, guru membentuk nilai, karakter, dan masa depan bangsa melalui interaksi sehari-hari dengan siswa.

“Pendidikan bisa membuka jalan menuju perubahan, tapi guru yang baik bisa mengubah segalanya,” ucapnya.

Guru masa kini di tuntut menjadi pembimbing dan fasilitator, bukan sekadar sumber informasi. Mereka harus menciptakan ruang belajar yang membangun pola pikir kritis, empati, serta nilai moral yang kuat pada siswa.

Untuk mendukung upaya peningkatan mutu tenaga pendidik, Menteri Mu’ti turut meresmikan peluncuran Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan S2 Pendidikan Dasar di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Jawa Timur.

Baca Juga:  Kemendikdasmen Tingkatkan Kualitas Humas Digital Lewat Koordinasi Nasional

Mendikdasmen pun mengapresiasi langkah strategis ini dan berharap program tersebut dapat menjadi motor penggerak lahirnya guru-guru profesional yang unggul.

Rektor Umsida, Hidayatullah, menyatakan bahwa program ini akan melengkapi jenjang pendidikan yang sudah ada.

“Kami ingin membantu pemerintah dalam menyiapkan tenaga pendidik yang profesional dan berkualitas,” ujarnya. (r6)

Pos terkait