Jakarta,(DOC) – Iring-iringan kendaraan pejabat negara yang salah satunya ditunggangi oleh Menteri Sosial(Mensos) RI, Tri Rismaharini nampak berjalan lamban yang berangkat dari rumah dinasnya di kawasan Widya Chandra, Senayan Jakarta Selatan.
Terlihat pada pukul 05.40 WIB, Selasa(05/01/2021), sinar matahari yang baru mulai beranjak, sedikit tertutup oleh awan, namun 3 unit mobil rombongan Mensos ini, sudah menyisir sejumlah ruas jalan protokol di Ibu Kota Jakarta.
Mobil Toyota Innova yang di tunggangi oleh Mensos Risma nampak memimpin di depan yang diikuti oleh kendaraan pengawal dari kepolisian yakni Mitsubishi Pajero dan sebuah mobil double cabin milik Kementrian Sosial (Kemensos) RI.
Rute pertama menyisir sepanjang Jalan Gatot Subroto Jakarta Pusat.
Selang beberapa menit berjalan dikawasan tersebut, secara tiba-tiba mobil rombongan berhenti seketika dan Mensos Risma langsung turun dari kendaraannya.
Sambil bergegas dengan tenang, Mantan Wali Kota Surabaya ini, langsung berjalan menghampiri gerobak pemulung yang diparkir disamping trotoar.
Ia juga mendapati seorang perempuan usia sekitar 40 an pemilik gerobak bernama Siti yang tengah tidur nyenyak di atas trotoar dengan beralaskan kardus bekas.
Sontak Bu Risma sapaan akrab Mensos RI, langsung membangunkannya.
“Buuu.. Buu.. Bangun Buu..,” panggil Risma dengan nada pelan.
Tiga kali Mensos Risma memanggil, akhirnya pemilik gerobak bangun.
“Ibu gak punya rumah ya. Ikut saya ya, disana ada rumah. Nanti ibu bisa tidur nyenyak dan ibu masih bisa bekerja. Tiap bulan nanti nerima uang,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Mensos Risma menukar gerobak milik pemulung tersebut beserta isinya dengan sejumlah uang.
“Gerobaknya saya angkut ya bu, saya tukar dengan uang. Nanti kalau sakit, ibu saya bawa ke rumah sakit. Ibu gak bisa seperti ini terus,” ucap perempuan yang masih menyandang jabatan Presiden UCLG ASPAC ini.
Gerobak pemulung itu dihargai Rp 500 ribu dan isi gerobak tersebut di hargai Rp 300 ribu.
“Sudah ya, Ibu ikut saya dan gerobak saya angkut. Tunggu disini nanti di jemput,” tandas Risma sambil berjalan menuju mobil untuk melanjutkan inspeksinya.
Ketika menyisir kawasan Mampang Jakarta Selatan, Mensos Risma juga memergoki seorang pria paruh baya yang tengah membawa karung dan suntil pengais sampah, tengah duduk di pinggir jalan.
“Bapak sudah lama di Jakarta pak,” tanya Mensos Risma.
Diketahui pemulung tersebut bernama Mulyana yang sudah 4(empat) tahun hidup di Jakarta.
Saat di tanya Mensos Risma, pemulung tersebut mengaku hidup seorang diri dan tak memiliki sanak keluarga di Jakarta.
Ia juga mengeluh ke Bu Risma, bahwa Kartu Pengenalnya (KTP) hilang.
“Bapak ikut saya ya. Nanti tetap bisa mulung kok. Saya carikan tempat lebih baik. Nanti saya buatkan KTP supaya bisa dapat bantuan,” tandas Risma.
Mantan Wali Kota perempuan pertama di Surabaya yang syarat akan prestasi ini, langsung memerintahkan staffnya untuk mencari angkutan untuk mengantar pemulung tersebut.
“Bapak dianter gojek ya, nanti kelamaan nunggu,” pungkasnya.(robby)





