D-ONENEWS.COM

Meterai Rp 10 Ribu Resmi Diluncurkan, Ini Dokumen yang Wajib Memakainya

Jakarta (DOC) – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) resmi meluncurkan meterai Rp 10.000 sebagai pengganti 2 meterai tempel lama desain tahun 2014, senilai Rp 3.000 dan Rp 6.000.

Adapun bea meterai Rp 10.000 ini mulai diberlakukan per 1 Januari 2021. Meski, masyarakat masih dapat menggunakan meterai Rp 3.000 dan Rp 6.000 hingga 31 Desember 2021.

Nantinya, meterai Rp 10.000 wajib digunakan untuk dokumen yang dibuat mengenai suatu kejadian yang bersifat perdata.

UU Nomor 10 Tahun 2020 Tentang Bea Meterai, seperti dikutip Liputan6, Jumat (29/1), meterai Rp 10.000 dikenakan atas dokumen:

– Surat perjanjian, surat keterangan, surat pernyataan, atau surat lainnya yang sejenis, beserta rangkapnya

– Akta notaris beserta grosse, salinan, dan kutipannya

– Akta Pejabat Pembuat Akta Tanah beserta salinan dankutipannya

– Surat berharga dengan nama dan dalam bentuk apa pun

– Dokumen transaksi surat berharga, termasuk Dokumentransaksi kontrak berjangka, dengan nama dan dalambentuk apa pun

– Dokumen lelang yang berupa kutipan risalah lelang,minuta risalah lelang, salinan risalah lelang, dan grosserisalah lelang

– Dokumen yang menyatakan jumlah uang dengan nilai nominal lebih dari Rp 5.000.000,00 yang:

1. menyebutkan penerimaan uang; atau

2. berisi pengakuan bahwa utang seluruhnya atau sebagiannya telah dilunasi atau diperhitungkan;

– Dokumen lain yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.

Bea materai dikenakan satu kali untuk setiap dokumen dengan tarif Rp 10.000. (lp6)

Loading...