Nyalon Gubernur Tak Koordinasi Partai

imageSurabaya,(DOC) – Anggota DPR RI dari Nasdem Hasan Aminuddin mengaku dirinya tengah melakukan cek sound dengan melakukan pendekatan ke masyarakat secara kultural untuk menentukan maju atau tidak maju pilgub 2018.
“Saya masih melakukan pendekatan kultur supaya bisa didukung rakyat dan dicalonkan Parpol. Istilahnya, s‎aya masih mengukur baju, manakala baju gubernur cukup yah saya teruskan tapi jika tidak yah bisa jadi juga cawagub,” ujar Hasan Aminuddin, Kamis(23/06/2016).
Meski begitu mantan Bupati Probolinggo ini harus melihat dulu siapa yang akan menjadi calon gubernurnya.
Pihaknya tidak serta merta menerima tawaran Cawagub (L2) sebab jika Cagub yang akan dipasangkan dengan dirinya tidak menjual baik secara popularitas, kredibilitas maupun akseptabilitas dia akan menolaknya.
“Saya akan lihat L1 (Cagubnya,red) siapa? Sebab saya tak mau jadi badut politik di Jatim, tapi saya juga tegaskan tidak akan maju melalui jalur independen. Sebab saya bagian dari Parpol” tegas Hasan.
Hasan Aminuddin mengaku sedang berkomunikasi dengan banyak parpol sebab suara Nasdem di DPRD Jatim hanya 4 kursi.
Namun niat Hasan Aminuddin maju pilgub, dinilai melangkahi DPW Nasdem Jatim. Ketua DPW Nasdem Jatim Efendi Choiri mempertanyakan niat koleganya yang tidak pernah berkolmunikasi dengan parati.
Efendi Choiri mengaku tak pernah diajak komunikasi dengan anggota DPR RI Hasan Aminuddin dalam pencalonannya di Pilgub Jatim tahun 2018 mendatang.
“Hasan tak pernah komunikasi dengan saya. Tapi bilang ke beberapa pengurus DPW Nasdem Jatim kalau mau maju di Pilgub. Diakan pengurus DPP Partai Nasdem tentunya bilang langsung ke ketum,”ungkapnya saat melepas safari Ramadhan Tadarus Al Quran di DPW Nasdem Jatim,Kamis(23/6).
Pria yang akrab dipanggil Gus Choi ini mengatakan saat ini ada dua bakal calon Gubernur Jatim yang sudah berkomunikasi dengan Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh.
“Dua orang sudah menghadap yaitu Saifullah Yusuf dan Hasan Aminuddin,”jelasnya.
Gus Choi mengatakan untuk bacagub Jatim yang akan direkomendasi oleh Partai Nasdem harus berdasarkan survei yang diturunkan oleh DPP Partai Nasdem.” Siapapun boleh melamar selain dua orang ini yang penting survei tinggi,”pungkasnya.(ang/r7)