Surabaya,(DOC) – Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya sekaligus Ketua Fraksi Gerindra DPRD Surabaya, Ajeng Wira Wati menyoroti keluhan warga soal pengobatan kanker dan tumor yang belum sepenuhnya ditanggung BPJS Kesehatan.
Keluhan itu datang dari Dodi, warga Surabaya yang di sampaikan saat Ajeng Wira Wati melakukan Reses Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang Tahun Sidang Kedua Tahun Anggaran 2026.
Dalam kesempatan itu, Ajeng mendengar keluhan keluarga Dodi yang sedang berjuang melawan kanker stadium lanjut. Kemudian ada tetangganya yang mengidap kanker payudara stadium lanjut. Lalu anaknya menderita kanker tulang panggul dan sudah menjalani delapan kali kemoterapi.
Sementara keluarga pasien masih harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli obat lanjutan. BPJS Kesehatan belum menanggung beberapa jenis obat tersebut.
“Sudah kemo delapan kali dan diberi obat lanjutan, tetapi ada beberapa obat yang ternyata tidak di-cover BPJS. Kami berharap ada solusi dan bantuan bagi pasien kanker,” ujar Ajeng, Selasa (26/5/2026).
Soroti Obat di Luar Fornas
Ajeng menjelaskan, BPJS Kesehatan belum mengakomodasi sejumlah obat kemoterapi dan obat oral yang berada di luar Formularium Nasional (Fornas). Pasien juga masih membeli sendiri obat penunjang dan terapi nonmedis.
Menurutnya, kondisi itu memberatkan keluarga pasien kanker dan tumor. Apalagi, sebagian pasien harus menjalani terapi dalam waktu panjang.
Karena itu, Ajeng meminta pemerintah memperkuat layanan kesehatan bagi penderita kanker di Surabaya.
Apresiasi Program Cek Kesehatan Gratis
Ajeng juga mengapresiasi program pemeriksaan kesehatan gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai program tersebut membantu masyarakat mendeteksi penyakit sejak dini.
“Pola hidup sehat dan cek kesehatan gratis sangat penting supaya penyakit berat bisa di ketahui lebih awal, tidak saat sudah stadium lanjut,” katanya.
Dorong Penambahan Layanan RSUD
Selain kesehatan, Ajeng juga menyoroti tingginya angka pengangguran di Surabaya. Ia mendorong peningkatan pelatihan soft skill agar masyarakat lebih siap memasuki dunia kerja.
Ajeng juga meminta Pemerintah Kota Surabaya menambah layanan pengobatan kanker dan tumor di rumah sakit milik Pemkot. Menurutnya, langkah itu bisa mempercepat penanganan medis dan meningkatkan peluang kesembuhan pasien.
“Harapannya, layanan pengobatan kanker dan tumor di RSUD milik Pemkot bisa di perluas agar masyarakat mendapatkan tindakan lebih cepat dan maksimal,” pungkasnya.(r7)





