Warga ‘Curhat’ ke Ajeng Wira Wati: Dari PJU Redup Hingga Modal UMKM yang Seret

Warga ‘Curhat’ ke Ajeng Wira Wati: Dari PJU Redup Hingga Modal UMKM yang SeretSurabaya,(DOC) – Atmosfer hangat menyelimuti wilayah Kedung Tarukan Baru RW 6, Kelurahan Mojo, saat Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Ajeng Wira Wati, hadir di tengah warga dalam kegiatan reses. Pertemuan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi yang selama ini mereka rasakan.

Perwakilan dari 12 RT di RW 6 menyampaikan sejumlah persoalan klasik, mulai dari minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU), kebutuhan pavingisasi lingkungan, hingga pengerukan sungai yang belum terealisasi sejak tahun lalu.

Bacaan Lainnya

Warga berharap pemerintah memberikan kepastian agar lingkungan mereka menjadi lebih terang, aman, dan tertata. Menanggapi hal tersebut, Ajeng menegaskan komitmennya untuk mengawal setiap aspirasi warga hingga ke tahap pembahasan kebijakan.

“Reses ini bukan sekadar seremonial. Saya hadir untuk mendengar langsung detak jantung persoalan di bawah. Aspirasi warga soal PJU, paving, hingga pengerukan sungai menjadi prioritas karena menyangkut kenyamanan dan keamanan sehari-hari,” tegasnya.

Kesadaran Lingkungan dan Upaya Pencegahan Banjir

Ajeng juga mengapresiasi inisiatif warga yang mengusulkan pemasangan plang larangan membuang sampah di sungai sebagai langkah pencegahan banjir. Menurutnya, kepedulian masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga lingkungan.

“Kesadaran warga menjaga sungai dari sampah itu luar biasa. Kami di DPRD akan mengawal agar sarana penunjang seperti plang peringatan segera tersedia,” ujar Ketua Fraksi Partai Gerindra tersebut.

Posyandu dan Layanan Kesehatan Jadi Perhatian

Selain infrastruktur, warga mengeluhkan kondisi alat-alat Posyandu yang banyak mengalami kerusakan. Padahal, Posyandu berperan sebagai garda terdepan layanan kesehatan ibu dan anak di tingkat kampung.

Ajeng menegaskan akan segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan agar pemerintah melakukan peremajaan alat secara menyeluruh.

“Posyandu adalah pilar kesehatan warga. Jika alatnya tidak layak, layanan kesehatan tidak akan optimal,” katanya.

Dorong Penguatan UMKM dan Ekonomi Warga

Para pelaku usaha mikro (UMKM) juga menyampaikan harapan agar DPRD membantu membuka akses bantuan modal dan alat kerja. Ajeng menilai potensi ekonomi warga Surabaya sangat besar jika didukung kebijakan yang tepat.

Baca Juga:  Komisi D DPRD Surabaya Dorong Skema Penanganan Covid-19 Agar Lebih Simple

Ia berkomitmen mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar lebih proaktif mendampingi UMKM.

“Ekonomi warga harus bangkit. Bantuan UMKM bukan hanya soal modal, tetapi juga keberpihakan kebijakan. Semua usulan ini akan kami perjuangkan dalam rapat anggaran,” ujarnya.

Kegiatan reses ditutup dengan harapan besar dari warga agar aspirasi yang disampaikan tidak berhenti pada diskusi semata. Ajeng menegaskan setiap masukan memiliki bobot yang sama untuk diperjuangkan di parlemen.

“Amanah warga adalah energi bagi saya di legislatif. Semua masukan akan kami sinkronkan dengan program kerja pemerintah kota agar realisasinya tepat sasaran,” tutupnya.(r7)

Pos terkait