PDIP Gelar Rakernas dan Ultah di Jakarta, Ini Rangkaian Acaranya

PDIP Gelar Rakernas dan Ultah di Jakarta, Ini Rangkaian Acaranya

Jakarta,(DOC) – PDI Perjuangan (PDIP) menggelar Hari Ulang Tahun ke-53 dan rapat kerja nasional (Rakernas) di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta Utara, 10–12 Januari 2026. Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo mengungkap sejumlah rangkaian acara kegiatan.

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan, bakal membahas isu terkini salah satunya wacana Pilkada dipilih lewat DPRD.

“Soal apakah pilkada dipilih DPRD atau kemudian dipilih langsung oleh masyarakat. Dan ini nanti akan ada pembicaraan. Tapi termasuk juga isu internasional,” kata Ganjar, dilansir Sabtu (10/1/2026).

Ia menambahkan, isu internasional juga bakal turut jadi pembahasan. Menurutnya, geopolitik saat ini sudah berubah. Untuk itu, nilai perjuangan ini dituntut untuk bisa dibuktikan dalam bentuk kebijakan publik.

“Nah, dalam konteks politik luar negeri kita, kita tidak boleh diam pada soal seperti ini. Karena itu kelak kemudian akan berpengaruh kepada kita semuanya. Maka kita mesti siaga,” tuturnya.

“Belanda saja hari ini sudah mengirimkan kepada rakyatnya untuk dia siap siaga dalam tiga hari hidup sendiri. Survive. Itu artinya di tengah situasi yang penting seperti ini, negara mesti menyiapkan diri,” sambung Ganjar.

Selain itu, kegiatan PDIP selama tiga hari ke depan juga bakal membahas isu lingkungan yang saat ini jadi sorotan publik. Ia menekankan, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri telah menitipkan pesan kepada kadernya agar memantau wilayah Sumatera-Aceh.

“Karena ini terkait dengan bencana. Itulah perintah ketua umum beberapa kali menyampaikan kepada 3 pilar partai, apakah di struktural, kemudian yang di eksekutif maupun di legislatif, agar mengontrol pada wilayah ini. Ya tata ruangnya, ya lingkungannya. Kalau sudah terlanjur apa yang perlu dilakukan, kalau belum bagaimana mencegahnya,” jelas Ganjar.

Ia mengatakan, kegiatan ini juga bakal meneguhkan kembali nilai-nilai perjuangan dan demokrasi Indonesia.

“Kalau hari ini banyak orang mengeluhkan, kita dengarkan suara masyarakat, mereka mengeluhkan ‘kok saya tidak merasa bebas lagi berbicara’, media tidak bisa lagi bebas berbicara. Rasanya itu perlu kita perjuangkan. Jangan sampai nilai demokrasi kita turun, mestinya kan kualitas demokrasi makin naik,” pungkasnya. (rd)

Pos terkait