Heboh! Nama Prabowo Muncul di Polymarket, Jabatan Presiden RI Jadi Objek Prediksi

Heboh! Nama Prabowo Muncul di Polymarket, Jabatan Presiden RI Jadi Objek Prediksi

Surabaya,(DOC) – Nama Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, menjadi sorotan publik usai muncul sebagai objek pasar prediksi di platform global prediction market, Polymarket. Isu tersebut ramai diperbincangkan di media sosial X setelah akun resmi Polymarket mengunggah pasar baru bertajuk “Prabowo Subianto out as President of Indonesia by…?” pada Kamis (21/5/2026).

Bacaan Lainnya

Dalam unggahan akun resmi Polymarket di X, platform tersebut menulis, “NEW POLYMARKET: Prabowo Subianto out as President of Indonesia by…?”. Unggahan itu kemudian memicu perhatian warganet karena menyangkut posisi kepala negara Indonesia yang dijadikan objek prediksi berbasis transaksi pasar digital.

Berdasarkan laman resmi Polymarket, pasar prediksi tersebut memungkinkan pengguna memperdagangkan prediksi mengenai kemungkinan Prabowo tidak lagi menjabat sebagai Presiden Indonesia dalam periode tertentu. Nilai peluang pada pasar itu berubah secara dinamis mengikuti transaksi pengguna yang membeli posisi Yes maupun No.

Polymarket sendiri merupakan platform prediction market atau pasar prediksi yang memungkinkan pengguna memperdagangkan kemungkinan suatu peristiwa terjadi. Dalam sistem tersebut, harga pada tiap posisi mencerminkan probabilitas pasar berdasarkan aktivitas jual beli pengguna.

Di laman resminya, Polymarket menjelaskan bahwa setiap pasar prediksi memiliki aturan penyelesaian tersendiri dengan hasil akhir yang ditentukan berdasarkan sumber resmi atau referensi terpercaya sesuai ketentuan pasar masing-masing.

Kemunculan pasar prediksi terkait Prabowo menjadi sorotan karena menyangkut stabilitas politik dan jabatan presiden Indonesia. Di media sosial X, sejumlah warganet mempertanyakan siapa pihak yang membuat pasar tersebut hingga alasan kepala negara Indonesia dijadikan objek prediksi.

Sebagai informasi, Polymarket merupakan salah satu platform pasar prediksi global yang memuat berbagai kategori, mulai politik, olahraga, kripto, ekonomi, teknologi, hingga isu geopolitik. Platform itu juga mencantumkan peringatan bahwa aktivitas perdagangan di dalamnya memiliki risiko kerugian yang tinggi.

Dalam keterangannya, Polymarket menyebut layanan internasionalnya tidak diatur oleh Commodity Futures Trading Commission (CFTC) Amerika Serikat dan beroperasi secara independen. Sementara layanan Polymarket US disebut dijalankan oleh QCX LLC sebagai pasar yang teregulasi CFTC.

Baca Juga:  Industri Walet Terancam Rugi Rp 6,25 Triliun, PPSWN Minta Prabowo Lobi Beijing

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Indonesia terkait munculnya pasar prediksi yang menjadikan masa jabatan Presiden Prabowo sebagai objek prediksi di Polymarket. Namun, perbincangan di media sosial menunjukkan isu tersebut mulai menarik perhatian publik karena berkaitan dengan simbol kenegaraan dan posisi presiden. (rd)

Pos terkait