Total Anggaran Museum Marsinah Tembus Rp3,8 Miliar, dari Sini Sumber Dananya

Total Anggaran Museum Marsinah Tembus Rp3,8 Miliar, dari Sini Sumber Dananya

Nganjuk,(DOC) – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, menegaskan, pembangunan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, dilakukan secara gotong royong oleh keluarga besar KSPSI AGN.

Bacaan Lainnya

Museum yang baru saja diresmikan Presiden Prabowo Subianto tersebut disebut dibangun tanpa menggunakan dana pemerintah, baik APBN maupun APBD.

“Total anggaran museum ini mencapai hampir Rp 3,8 miliar,” jelas Andi Gani, dikutip Senin (19/5/2026).

“Saya pastikan tidak ada dana pemerintah, tidak ada APBN maupun APBD. Semua berasal dari gotong royong keluarga besar KSPSI AGN,” tegasnya.

Menurut Andi Gani, kekuatan ekonomi koperasi buruh menjadi fondasi utama pembangunan museum tersebut. Ia menerangkan, jaringan koperasi buruh di bawah KSPSI AGN kini memiliki aset hingga triliunan rupiah.

“KSPSI AGN memiliki basis koperasi yang sangat kuat. Total aset koperasi buruh kami sudah mencapai Rp2,1 triliun. Ada koperasi buruh yang asetnya Rp 750 miliar, ada yang Rp 300 miliar,” bebernya.

Andi Gani mengatakan, pembangunan Museum Marsinah dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan Marsinah, sebagai simbol perjuangan buruh Indonesia.

“Ini bentuk penghormatan kami kepada Ibu Marsinah sebagai pejuang buruh. Karena itu museum ini dibangun secara gotong royong oleh keluarga besar KSPSI di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah yang baru saja diresmikan Presiden Prabowo ini nantinya dibuka untuk umum secara gratis setiap hari, mulai pukul 10.00 WIB hingga 17.00 WIB. Pengelolaan museum juga melibatkan keluarga Marsinah, dan yayasan yang dibentuk KSPSI Jawa Timur.

Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk ini diinisiasi oleh Andi Gani bersama Ketua Dewan Penasihat KSPSI sekaligus Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Ketua DPD KSPSI Jawa Timur Ahmad Fauzi, serta jajaran pengurus KSPSI di berbagai daerah di Indonesia. (rd)

Pos terkait