Pengambilan PIN di SMA 11 Surabaya Membludak, Sempat Diwarnai Adu Mulut

Surabaya,(DOC) – Proses pengambilan PIN sebagai salah satu persyaratan Pendaftaran Peserta Didik Baru(PPDB) online untuk tingkat SMA/SMK di tahun 2019, sempat diwarnai adu mulut antara guru dan calon walimurid.

Para wali murid ini mengeluh atas lambatnya pelayanan proses pendataan pengambilan PIN, meskipun mereka sudah memegang nomer antrian dan telah mengantri sejak subuh.

Bacaan Lainnya

Antrian panjang sampai area parkir kendaraan tersebut terjadi disalah satu sekolah SMA 11 Manukan, Tandes, Surabaya untuk kawasan Surabaya Barat.

Banyak calon siswa yang belum mendapatkan PIN dan terpaksa mengantri untuk mengambil persyaratan mengikuti PPDB online tingkat SMA/SMK.

Salah satu wali murid, Narti mengeluhkan, banyaknya jumlah PPDB yang ikut mendaftar pada gelombang pertama belum terlayani.

“Pengambilan PIN sudah dibuka sejak 28 Mei lalu, tapi masih banyak yang belum terlayani,’ ungkap Narti.

Menurut Narti, pihak sekolah berdalih sudah menjalankan tugas sesuai aturan yang berlaku. Lambatnya pelayanan ini, karena jumlah tenaga guru yang bertugas tak sebanding dengan jumlah calon siswa yang turut mendaftar.

“Guru yang mengentri data dan keterbatasan waktu membuat pelayanan lambat, katanya petugas. Akhirnya terjadi perdebatan antara guru dan wali murid yang tak sabar menuggu antrian untuk mengambil PIN pendaftaran,” imbuhn Narti.

Sementara Wali murid lainnya menyebutkan, sekitar 110 calon siswa yang mengambil nomor antrian sehari sebelum pendaftaran di buka yakni pada 27 Mei 2019. Namun baru dilayani tanggal 28 Mei.

Sehingga banyak para wali murid yang ragu bisa terlayani pada saat dirinya mengantri dan akhirnya pulang,

Rencananya pengambilan PIN akan dibuka kembali pada 10 Juni 2019 mendatang, usai lebaran. Sedangakan PPDB SMA/SMK sendiri akan berlangsung sehari berikutnya yakni pada 11 Juni 2019 nanti.(div/r7)