Jakarta (DOC) – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar meminta jajarannya untuk menjadikan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agama (Kemenag) sebagai momentum membuka lembaran baru dan mengibaratkan institusi yang dipimpinnya laksana kertas putih bersih yang gampang terlihat jika ternoda.
“Mulai hari ini, buka starting point baru. Hari ini kita seperti kertas bersih. Tidak ada noda hitam. Jangan ada yang mencoreng Kemenag,” ujar Menag saat membuka rakernas di Bogor, Jumat (15/11) kemarin.
Menag mengatakan Kementerian Agama memiliki peran vital dalam setiap kehidupan umat beragama di Indonesia, sehingga tidak boleh ada noda sedikitpun karena akan berdampak pada pandangan dan kerap berbekas dalam ingatan masyarakat.
Ke depan Menag minta jajarannya fokus pada penyelesaian masalah. Menag yakin jajarannya sudah paham dengan masalah dan tantangan ke depan, sehingga waktunya fokus pada penyelesaian.
“Saya yakin bapak/ibu lebih tahu menyelesaikan persoalan satuan kerja masing-masing. Segera selesaikan,” ujar Menag kepada jajarannya.
Ia juga meminta jajarannya untuk tidak sungkan berkonsultasi langsung dengannya. Apalagi sejak ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai Menag, ia menyatakan akan mewakafkan diri untuk umat.
“24 jam HP kami tidak mati. Saya dan Wamen Insya Allah mewakafkan diri untuk Kemenag dan menganggap ini jihad untuk kita semua,” kata Nasaruddin Umar..
Di sisi lain Menag berpesan terkait pentingnya efisien dan efektif dalam penggunaan anggaran. Menag minta anggaran perjalanan dinas untuk dibatasi, terutama perjalanan luar negeri.
“Untuk apa kita terbang hanya untuk pergi dan tidak ada hasilnya. Seminar bisa digelar dengan zoom. Perjalanan dinas tidak perlu bawa rombongan. Itu bukan zamannya lagi. Anggaran Kemenag bisa digunakan untuk bantuan kaum fakir dan duafa,” kata Menag Nasaruddin Umar.