Surabaya,(DOC) – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November, Kader PDI Perjuangan Kota Surabaya menggelar kesenian Bantengan Suroboyo di Pasar Lasa, Kelurahan Simokerto, Kecamatan Simokerto, Sabtu (8/11/2025) sore. Kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan, namun juga berhasil menyatukan ratusan warga dari berbagai usia.
Selain itu, Kader muda PDI Perjuangan Surabaya, Adam Merdeka menjelaskan bahwa gelaran kesenian ini menjadi sarana mengenalkan kembali kebudayaan Nusantara. Menurutnya, nilai perjuangan para pahlawan dapat diwujudkan melalui kebersamaan di tengah masyarakat.
“Kita semua bergotong-royong, menyatu bersama rakyat memperkuat kebersamaan untuk mewujudkan Indonesia Raya dan Surabaya Hebat,” ujarnya.
Selanjutnya, Ketua RT setempat, Sukirno, menyampaikan terima kasih kepada para kader akar rumput PDI Perjuangan. Ia menilai kehadiran kegiatan ini membawa suasana positif bagi warga.
“Masyarakat bergembira. PDI Perjuangan selalu hadir membersamai kami. Di samping itu, pelaku UMKM di Pasar Lasa juga mendapat manfaat karena banyak warga yang menonton. Semoga PDI Perjuangan di bawah Ibu Megawati Soekarnoputri tetap berjaya,” ungkapnya.
Sementara itu, politisi PDI Perjuangan Surabaya, Achmad Hidayat menambahkan bahwa penyelenggaraan seni budaya seperti Bantengan merupakan bagian dari upaya terus membumikan ajaran Trisakti Bung Karno.
“Trisakti menegaskan berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Salam hangat dari Wali Kota Eri Cahyadi dan Ketua DPRD Surabaya. Semoga semua warga seger waras, gemah ripah loh jinawi, tata tentrem karta raharja. Merdeka!” tegasnya.
Lebih lanjut, kegiatan Bantengan Suroboyo kali ini juga berkolaborasi dengan Komunitas Budaya Tunggak Jati Nusantara dan Jaranan Aulio Utomo, sehingga semakin memperkaya ragam tampilan seni tradisional yang ditunjukkan dalam peringatan Hari Pahlawan.(r7)





