Polrestabes Surabaya Buru Pelaku Bentrok di Kalijudan


Surabaya, (DOC)Satreskrim Polrestabes Surabaya bergerak cepat melakukan penyelidikan mendalam untuk mengusut tuntas bentrokan antar pemuda yang pecah di kawasan Jalan Kalijudan (Gang 10, 12, dan 14), Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, pada Rabu (17/6/2026) dini hari. Insiden yang diduga melibatkan oknum anggota perguruan silat tersebut mengakibatkan beberapa orang menjadi korban.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto, menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan mentolerir aksi premanisme dan kekerasan yang mengganggu ketertiban umum. Saat ini, tim penyidik telah diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan barang bukti.

“Tim penyidik sudah melakukan penyelidikan mendalam di TKP. Saat ini kami juga sedang melakukan pemeriksaan intensif terhadap beberapa orang saksi yang berada di lokasi saat kejadian,” ujar AKBP Edy Herwiyanto, Kamis (18/6/2026).

Pihak kepolisian kini tengah fokus mengidentifikasi para pelaku utama yang memprovokasi maupun yang terlibat langsung dalam aksi saling serang menggunakan senjata tajam, besi, kayu, dan petasan tersebut. Polisi juga terus mendalami jumlah pasti korban dalam insiden maut ini.

“Nanti akan kami lihat lagi dari hasil pendalaman, apakah ada korban lain atau tidak dalam insiden ini. Tentunya dengan waktu yang cepat akan segera kita ungkap siapa saja pelakunya. Hukum akan kami tegakkan secara tegas,” tandas Kasatreskrim.

Kronologi Kejadian di Lapangan

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, bentrokan ini terjadi sekitar pukul 00.30 WIB, bertepatan dengan momen malam pengesahan warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Konflik bermula saat rombongan oknum pesilat tengah melakukan konvoi menuju Kenjeran Park (Kenpark).

Di tengah jalan, diduga ada kelompok lain yang melakukan provokasi. Rombongan konvoi yang terpancing kemudian mengejar kelompok provokator tersebut hingga masuk ke dalam gang permukiman warga di Jalan Kalijudan.

Baca Juga:  BPKH Berangkatkan 675 Peserta Balik Kerja dari Surabaya, Antusiasme Masyarakat Tinggi

Suasana sempat mencekam sebelum akhirnya personel gabungan TNI dan Polri tiba di lokasi untuk menghalau massa dan mengendalikan situasi. Akibat bentrokan ini, satu orang dilaporkan tewas, satu orang mengalami luka berat, dan seorang warga setempat berinisial YD ditemukan terkapar penuh luka.

Bakesbangpol Dukung Tindakan Tegas Hukum

Langkah tegas kepolisian ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Surabaya. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Surabaya, Tundjung Iswandaru, menyerahkan sepenuhnya pengusutan kasus ini kepada aparat penegak hukum.

“Kalau terkait pidana, tentu aparat keamanan yang akan memproses. Sanksinya tergantung pelanggaran yang dilakukan. Nanti dilihat tingkat pelanggarannya,” tegas Tundjung.

Tundjung juga mengimbau agar seluruh kelompok masyarakat dan organisasi perguruan silat dapat menahan diri dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan, terlebih menjelang peringatan Bulan Suro yang rawan terjadi gesekan.

Pos terkait