Raja Salman Bawa Lift Pribadi Saat Kunjungan Ke Indonesia

Jakarta,(DOC) – Persiapan yang sangat luar biasa akan dilakukan saat berlangsungnya kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulazis al-Saud‎ ke Indonesia pada awal Maret 2017.
Bukan hanya sterilisasi Bandara Halim Perdana Kusuma, namun juga tempat-tepat yang dikunjungi, seperti Gedung DPR RI dan Masjid Istiqlal harus bersolek. Bahkan di masjid terbesar se Asia ini, disediakan juga toilet khusus raja dan 1500 rombongan raja Arab.
Kunjungan raja Arab Saudi ini, memang sangat bersejarah dan langka, karena hanya  dilakukan lebih dari 40 tahun silam. Raja Saudi yang pernah berkunjung ke Indonesia di tahun 1970 an, yaitu Raja Faisal saat era Presiden Soeharto.
Berdasarkan informasi, beberapa rombongan raja Arab Saudi akan tiba lebih dulu, tanggal 28 Februari 2017.  Mereka akan mempersiapkan kedatangan Raja Salman untuk melakukan prosedural protokoler yaitu salah satunya mensterilkan bandara.
“Karena ini penerbangan VVIP, biasanya ada protokolernya. Bandara akan ditutup 30 menit sebelumnya,” kata‎ Presiden Direktur PT Jasa Angkasa Semesta (JAS), Adji Gunawan‎, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat(24/2/2017) kemarin.
PT JAS Airport Service merupakan perusahaan yang telah ditunjuk untuk melayani ground handling seluruh penerbangan rombongan Raja Salman, baik pesawat kargo ataupun pesawat penumpang.
Kamis(23/2/2017) lalu, Pesawat Saudi Arabian (SV) yang mengangkut kargo milik Kerajaan telah berdatangan ke Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta dan Bandara Ngurai Rai Bali yang menjadi titik tujuan kunjungan Raja Salman di Indonesia.
“Penerbangan itu mengangkut barang-barang mewah yang akan digunakan selama di Indonesia, mulai dari alat-alat pengamanan, mobil Raja Salman, hingga tangga khusus turun dari pesawat Raja Salman sampai Lift Pribadi di Gedung DPR,” terang JAS.
Terpisah, Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah membenarkan jika saat kunjungan raja Salman di gedung DPR RI, lift pribadi raja akan dipasang untuk memenuhi kepentingan sang raja. Fasilitas itu tak hanya dibawa saat di Indonesia saja, melainkan disetiap kunjungannya ke Negara-negara lain, Sebab sudah menjadi standar kunjungan Raja Arab.
“Raja Salman di atas 80 umurnya. Kedatangan beliau dipenuhi dengan persiapan-persiapan khusus, terkait dengan sistem pengamanan beliau sebagai raja dari negara berdaulat,” kata Fahri, Jumat(24/2/2017).
Fachri menjelaskan, persendian raja sudah tidak sekuat anak muda, makanya dipakaikan lift (khusus).
“DPR juga sudah berkoordinasi dengan pihak Istana Presiden terkait pengamanan khusus untuk Raja Salman. Termasuk, menggunakan lift khusus yang dibawa sendiri oleh pihak Raja Arab ini,” jelas dia.
Sementara itu, Pelayanan spesial untuk menyambut sang raja, juga tengah dipersiapkan oleh pengurus Masjid Istiqlal dengan membangun toilet khusus berstandar Arab.
“Toiletnya nanti ukuran beda (dengan orang Indonesia). Tinggi klosetnya 53 cm, kalau di Indonesia kan biasa 39-40 cm. Dilengkapi juga dengan pegangan, keset, biar tidak licin,” kata Humas Masjid Istiqlal, Abu Hurairah, Jumat(24/2/2017).
Ia mengaku pembuatan toilet khusus ini, tetap mengacu permintaan pihak kerajaan seperti warna dan pengharum ruangan.
“Warna toilet, raja minta tidak mencolok, senada warna dinding marmer Istiqlal aja. Dan satu yang raja minta adalah pewangi ruangan aroma kayu gaharu. Raja tidak mau disemprot pengharum toilet, tapi itu bukan kami yang sediakan karena itu wangi khusus,” terangnya.
Seperti diketahui, Kunjungan kenegaraan Raja Saudi Arabia ini akan membahas beberapa hal penting terkait hubungan antara Indonesia dan Arab.
Dalam pertemuannya nanti dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) peningkatan volume perdagangan dan investasi akan menjadi fokus pembahasan utama. Rencananya Arab Saudi akan menanamkan investasi sebesar Rp.300 trilliun ke Indonesia.
Persoalan Tenaga Kerja Indonesia juga akan di singgung oleh Presiden saat dialog dengan Raja Salman.
“Penguatan hubungan bilateral ini juga bisa dimanfaatkan Indonesia untuk mengusulkan solusi perlindungan TKI di Arab Saudi,” ucap Anggota Komisi 1 DPR RI, Sukamta.
Tak kalah pentingnya, yaitu pembahasan penambahan kuota haji untuk Indonesia.
“Saya berharap dalam pembicaraan yang dilakukan Pemerintah RI bisa mendorong adanya kesepakatan atau MoU kedua belah pihak atas 3 hal tersebut, dan ini akan sangat bermakna bagi Indonesia,” kata Sukamta.
Saat pembicaraan bilateral antar kedua Negara nanti, Sukamta menambahkan, konflik Negara – Negara islam maupun isu regional Asia akan dibahas secara khusus.
Indonesia yang dianggap negara berpenduduk Islam terbesar dengan Arab Saudi yang memiliki Mekah dan Madinah sebagai Kota Suci Ummat Islam yang dihormati oleh negara-negara Islam, dapat memainkan peran strategis untuk mendorong upaya meredakan konflik dan ketegangan terutama di negara-negara Islam.
“Pembicaraan soal ini akan sangat terkait dengan isu terorisme yang katanya akan dibahas oleh kedua negara. Selama konflik terus berjalan, akan menyuburkan tumbuhnya kelompok radikal seperti ISIS. Maka resolusi konflik perlu diwujudkan dan saya optimis kedua negara dapat memainkan peran ini dengan baik,” tutur dia.
Sukamta menjelaskan, peran strategis kedua negara juga dapat dikembangkan untuk membangun masa depan dunia Islam yang mampu bersaing di tataran global.
“Selama ini pembicaraan di level regional sering didominasi pekerjaan rumah isu politik keamanan, saya kira dunia Islam perlu punya agenda setting sendiri, seperti penguatan kerja sama peningkatan sains dan teknologi, pengembangan industri, kerja sama sosial dan budaya. Ini akan lebih konstruktif membawa kemajuan,” pungkasnya.(mi/wat/L6/rob7)