Sungai-Sungai Surabaya Masih Aman dari Invasi Ikan Sapu-Sapu, Ekosistem Perairan Terjaga

Sungai-Sungai Surabaya Masih Aman dari Invasi Ikan Sapu-Sapu, Ekosistem Perairan Terjaga

Surabaya,(DOC) – Fenomena melonjaknya populasi ikan sapu-sapu di sejumlah sungai di Indonesia kian menimbulkan kekhawatiran. Di beberapa kota besar seperti Jakarta, spesies ini bahkan dilaporkan mendominasi perairan dan menggeser keberadaan ikan lokal akibat kondisi sungai yang tercemar.

Bacaan Lainnya

Namun situasi berbeda terjadi di Surabaya. Hingga saat ini, sungai-sungai di Kota Pahlawan masih relatif aman dari invasi ikan sapu-sapu dan tetap menjaga keseimbangan ekosistem perairannya.

Dosen Akuakultur Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga, Veryl Hasan, menjelaskan bahwa kemunculan ikan sapu-sapu umumnya berkaitan erat dengan kondisi lingkungan perairan yang tercemar. Ikan ini dikenal sebagai spesies invasif yang mampu bertahan di lingkungan dengan kadar oksigen rendah dan kualitas air yang buruk.

“Biasanya, ikan sapu-sapu berkembang pesat di perairan yang mengalami pencemaran cukup tinggi. Mereka mampu beradaptasi lebih baik dibandingkan ikan lokal, sehingga berpotensi mendominasi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (23/4).

Menurutnya, kondisi sungai di Surabaya yang relatif lebih terjaga menjadi faktor utama belum berkembangnya populasi ikan tersebut secara signifikan. Upaya pengelolaan lingkungan, termasuk pengendalian limbah dan peningkatan kualitas air, turut berperan menjaga keseimbangan ekosistem.

Sejauh ini, belum ditemukan lonjakan populasi ikan sapu-sapu di sungai-sungai Surabaya seperti yang terjadi di Jakarta. Bahkan, tidak ada indikasi keberadaan spesies invasif lain yang mengancam ekosistem perairan di wilayah tersebut.

Meski demikian, para ahli mengingatkan agar kewaspadaan tetap dijaga. Potensi masuknya ikan sapu-sapu ke perairan Surabaya tetap ada, baik melalui aktivitas manusia maupun aliran air antarwilayah.
Veryl menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai. Pembuangan limbah rumah tangga maupun industri secara sembarangan dapat mempercepat degradasi kualitas air dan membuka peluang bagi spesies invasif untuk berkembang.

Baca Juga:  Hari Kerja ASN dalam Perpres 21/2023 Senin-Jumat, Bapemkesra Surabaya: Sabtu-Minggu Pengabdian Masyarakat

“Kalau kualitas air tetap baik, maka ikan lokal akan lebih mampu bertahan. Ini kunci utama agar ekosistem tetap seimbang,” katanya.

Pemerintah kota bersama berbagai pemangku kepentingan juga diharapkan terus memperkuat pengawasan dan pengelolaan sungai. Edukasi kepada masyarakat dinilai penting untuk membangun kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan perairan.

Dengan kondisi yang masih terkendali, Surabaya menjadi contoh bahwa pengelolaan lingkungan yang konsisten mampu mencegah ancaman ekologis sejak dini. Sungai-sungai yang bersih bukan hanya menjaga keberlangsungan biota lokal, tetapi juga menjadi penopang kualitas hidup masyarakat di sekitarnya. (r6)

Pos terkait