SAR Kembali Sisir Dompu dan Rempek, Cari Para Korban Tertimbun Longsor

Lombok,(DOC) – Operasi SAR gempa bumi di Lombok Utara pada H plus 8 pasca gempa Minggu(5/8/2018) lalu, kembali dipusatkan di Dusun Dompu Kecamatan Kayangan dan Busur Timur Desa Rempek Kecamatan Gangga, Senin(13/8/2018).

Di dusun Dompu, tim SAR mencari 4 korban yang tertimbun tanah longsor. Sedangkan di dusun Rempek, mencari 1 korban yang juga tertimbun longsoran tanah.

Jumlah personil yang terlibat dalam pencarian ini, yakni sebanyak 128 orang, terdiri dari rescuer Basarnas, TNI-Polri, dan potensi SAR dari berbagai elemen masyarakat.

Peralatan SAR (Palsar) yang dikerahkan meliputi combi tools, K12, chain saw, search cam, senter polarion, hidrolic pump, rescue cutting, karmantel, Alat Proteksi Diri (APD), slink, genset dan mesin penyemprot air (alkon), serta anjing pelacak. Tim juga membawa peralatan konvensional seperti cangkul, sekop, dan palu.

Kondisi medan operasi di Dompu begitu kompleks. Akses menuju lokasi terputus akibat jalan jembatan sungai ambruk. Tidak hanya itu, beberapa ruas jalan juga tertimpa longsor dan hanya menyisakan jalan setapak. Sementara lokasi pencarian menyerupai dua gundukan bukit. Di atasnya, berdiri tebing vertikal dengan jenia tanah pasir setinggi 30 meter yang rawan longsor jika terjadi gempa susulan atau getaran alat berat.

Hingga saat ini, tim SAR masih melakukan pencarian dengan teknik penyemprotan air dengan alkon dan mengulik bongkahan tanah menggunakan cangkul dan sekop.

Sementara di Rempek, tim harus berjalan 1,5 jam hingga sampai lokasi. Obyek pencarian juga tanah longsor dan kondisi area pencariannya tidak lebih baik dari Dompu. Area begitu luas dan berada di celah punggungan 2 bukit.

“Kami masih berusaha menemukan semua korban. Kami juga sudah berkomunikasi dengan pihak keluarga maupun tokoh masyarakat setempat untuk kelanjutan operasi ini,” terang SAR Mission Coordinator (SMC) I Wayan Sudikarya.(hadi/r7)