Sopir Asal Probolinggo, Jadi Korban Tewas KMP Tunu Pratama Jaya

Sopir Asal Probolinggo, Jadi Korban Tewas KMP Tunu Pratama Jaya
Sopir Asal Probolinggo, Jadi Korban Tewas KMP Tunu Pratama Jaya

Probolinggo,(DOC) – Suasana duka menyelimuti rumah keluarga korban tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya di Selat Bali. Rumah duka yang berada di Jalan Serma Abdul Rahman No. 35, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo tampak di penuhi sanak saudara dan tetangga yang datang untuk memberikan doa serta dukungan moril.

Korban bernama Anang Suryono (56), seorang sopir truk ekspedisi yang telah bertahun-tahun menjalani profesinya dengan rute Mojokerto–Bali.

Bacaan Lainnya

Ia di ketahui turut menjadi salah satu dari empat korban meninggal dunia dalam insiden tenggelamnya KMP Tunu. Insiden tersebut terjadi pada Rabu malam (2/7/2025), sekitar pukul 21.35 WITA.

Anak kandung korban, Riki Putra, menceritakan detik-detik komunikasi terakhir dengan sang ayah. Menurutnya, Anang sempat mengabari bahwa ia tengah berada di Pelabuhan Gili Ketapang dan bersiap menyeberang ke Bali.

“Bapak biasa antar asbes, seminggu bisa dua kali. Malam itu beliau kirim kabar terakhir. Katanya sudah di Pelabuhan Gili Ketapang, siap nyebrang ke Bali,” ungkap Riki dengan suara berat, Kamis (3/7/2025).

Kabar Duka di Pagi Hari

Namun kabar duka datang keesokan harinya sekitar pukul 07.00 WIB. Riki mengaku mendapat telepon dari atasan ayahnya yang mengabarkan bahwa Anang termasuk dalam daftar korban meninggal dunia akibat insiden kapal tenggelam.

“Pagi-pagi juragannya telpon, katanya bapak jadi salah satu korban. Kami langsung lemas, semua keluarga menangis,” lanjut Riki yang tampak masih terpukul.

Saat ini, jenazah Anang telah di temukan oleh tim SAR dan berada di RS Negara, Bali, untuk keperluan identifikasi dan proses pemulangan ke rumah duka di Probolinggo.

Sebagai informasi, KMP Tunu Pratama Jaya mengangkut total 65 orang. Kapal tersebut dalam pelayaran dari Banyuwangi menuju Bali, terdiri dari 53 penumpang dan 12 kru kapal. Berdasarkan data sementara dari Basarnas, empat orang dilaporkan meninggal dunia, 31 selamat, dan sisanya masih dalam pencarian.

Baca Juga:  Kehilangan Sosok Sahabat, Wali Kota Eri Meneteskan Air Mata di Samping Peti Jenazah Ketua DPRD Surabaya

Penyebab sementara tenggelamnya kapal di duga akibat kebocoran pada lambung kapal di area mesin kemudi. Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan. (Imam)

Pos terkait