
Surabaya, (DOC) – Kebijakan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang menutup pintu izin baru bagi Rekreasi Hiburan Umum (RHU) atau diskotek memicu kritik keras dari pelaku usaha.
Himpunan Pengusaha Rekreasi dan Hiburan Umum (Hiperhu) Kota Surabaya menilai pelarangan investasi bukan solusi, melainkan pemko harus lebih selektif atau bahkan sekalian menyiapkan zona khusus berkonsep Las Vegas.
Ketua Hiperhu Kota Surabaya, George Handiwiyanto, menegaskan bahwa pemerintah kota seharusnya mengedepankan pengawasan ketat ketimbang mematikan potensi investasi.
Menurutnya, dampak sosial dapat ditekan tanpa harus mengorbankan industri yang menyumbang pendapatan daerah signifikan.
“Kata yang tepat adalah lebih selektif memberikan izin untuk meminimalisasi dampak, bukan melarang. Misalnya, RHU baru diarahkan ke pusat perbelanjaan besar dengan fasad yang tertata rapi,” kata George, Sabtu (10/10/2026).
Bahkan, George melontarkan ide ekstrem jika Pemkot khawatir akan dampak sosial terhadap permukiman warga, yaitu membangun kawasan khusus hiburan malam terpusat.
“Kalau mau ekstrem dan solutif, siapkan satu kawasan khusus misalnya sekian ratus hektare yang jauh dari permukiman khusus untuk pusat RHU. Konsepnya seperti Las Vegas di Amerika. Ini bukan lokalisasi negatif, melainkan pemusatan area agar pengawasan mudah dan warga tidak terganggu,” tegasnya.
Penyelamat Pajak Daerah dan Benteng Pengangguran
Langkah pengetatan pemkot ini disayangkan karena RHU dinilai sebagai sektor vital pembayar pajak dan penyerap tenaga kerja padat karya.
Hingga Oktober 2026, sektor ini tercatat telah menyumbangkan Pajak Asli Daerah (PAD) Surabaya hingga Rp 12,77 miliar.
Tidak hanya PAD, industri hiburan malam juga dinilai menghidupkan ekosistem ekonomi kerakyatan di sekitarnya, mulai dari warung makan, indekos, pedagang eceran, hingga pengemudi ojek.
“Saat pabrik-pabrik mulai memakai robot dan mengurangi tenaga manusia, negara harus siap menghadapi lonjakan pengangguran. RHU ini murni industri padat karya. Seharusnya dirawat, bukan ditakut-takuti ancaman penutupan atau penertiban hitam-putih yang main segel tanpa solusi,” tambah George.
Terkait maraknya insiden kecelakaan lalu lintas akibat pengemudi di bawah pengaruh alkohol, George memastikan RHU berskala besar di Surabaya telah memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) ketat untuk mengantisipasi dan mencegah pengunjung yang mabuk membawa kendaraan sendiri.





