
Surabaya, (DOC) – Pemerintah Kota Surabaya resmi menerima sertifikat penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 5 Pilar. Penghargaan ini di berikan langsung oleh Tim Verifikasi STBM 5 Pilar Provinsi Jawa Timur, Rabu (16/4/2025), di ruang kerja Wali Kota Surabaya.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas keberhasilan warga Surabaya dalam menerapkan perilaku hidup bersih sesuai lima pilar STBM. Dengan capaian ini, Surabaya di nyatakan sebagai Kota STBM 5 Pilar.
Ketua Tim Verifikasi, drg Sulvy Dwi Anggraini, menjelaskan bahwa penilaian di lakukan melalui verifikasi lapangan pada 15 April 2025. Tim mengambil sampel dari 500 kepala keluarga di 20 kelurahan dan 10 kecamatan.
“Hasil verifikasi cukup baik. Harapannya, Surabaya bisa naik ke status Paripurna STBM 5 Pilar,” ujarnya usai rapat pleno.
Ia juga memaparkan hasil evaluasi untuk masing-masing pilar. Pilar pertama, yakni Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBABS), telah mencapai 100 persen. Kedua, yakni Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), juga mendekati angka sempurna.
Pilar Ketiga Perlu Edukasi Lebih lanjut
Namun, untuk pilar ketiga—Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAMMRT)—masih di perlukan edukasi lebih lanjut, meskipun potensinya sudah cukup baik.
Sementara itu, capaian pilar keempat, Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (PSRT), sudah melampaui 90 persen. Inovasi seperti buku tabungan Bank Sampah di nilai menjadi langkah positif.
Pilar kelima, yakni Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga (PLCRT), masih menjadi tantangan terbesar. Meski demikian, drg Sulvy melihat potensi besar melalui kolaborasi antar-stakeholder dan keberadaan praktik baik di beberapa kelurahan.
“Selamat untuk Surabaya. Semoga segera mencapai verifikasi Paripurna STBM 5 Pilar,” tambahnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Nanik Sukristina, menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti rekomendasi dari tim provinsi.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah kota untuk terus meningkatkan pencapaian STBM.
“Hari ini kami sudah menandatangani berita acara. Selanjutnya, kami akan menyiapkan peninjauan lapangan dari tim pusat sebagai langkah menuju status Paripurna,” ujarnya. (r6)





