Lumajang,(DOC) – Sebanyak enam Desa di Lumajang Jawa Timur masyarakatnya masih mengkonsumsi air hujan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Upaya tersebut di Lakukan oleh ribuan warga karena sulitnya untuk mendapatkan air bersih selain juga rendahnya perhatian pemerintah setempat dalam mengatasi persoalan klasik warga tersebut.
Betapa tidak persoalan tersebut terjadi sudah sejak beberapa puluh tahun yang lalu akan tetapi masih juga belum bisa terselesaikannya hingga saat ini.
Menurut warga Dusun Kopangan Desa Wates Wetan Kecamatan Ranuyoso Kebupaten Lumajang Damiri, sebanyak 6 Desa yang sampai saat ini masih memanfaatkan air hujan sebagai kebutuhan masyrakat setiap hari baik untuk mencuci pakaian, Mandi dan bahkan untuk masak dan air untuk minun.
Secara teknis masyarakat dalam memanfaatkan air hujan yakni dengan cara menghubungkan antara talang air hujan rumah, kemudian mengalirlah air yang masuk ke cerobong ketika turun hujan kesaluran pipa air mengalir masuk ke wadah sederhana air dapur
“Sudah lama pak, tahunan, kalau empat tahun ya lebih, air dari PDAM tidak mengalir seperti yang kita harapkan, yang punya uang beli air setangki kapasitas 5000 liter harganya seratus ribu lebih, yang tidak mampu ya air hujan solusinya,” ujarnya saat dijumpai dikediamannya.
Saat ini Warga setempat berharap agar pemerintah segera menyelesaikan persoalan klasik warga yang setiap hari mengkonsumsi air hujan.
Masyarakat sejauh ini sebenarnya mengaku sudah lelah dalam mencari solusi sulitnya air bersih tersebut karena menggali tanah untuk mndapatkan air jelas tidak mungkin karena masyarakat berada pada dataran tinggi selain juga sudah enggan mengeluhkan persoalan ribuan warga teraebut ke Pemerintah setempat karena tidak juga adanya keseriusan pemerintah dalam. menyelesaikan persoalan tersebut.
“Sebenarnya kita sudah lelah, menyampaikan ini pada pemerintah kita berharap seperti Desa yang lain pak, air bersih lancar, sebenarnya kami tidak enak mengkonsumsi air hujan, tapi kita terpaksa oleh keadaan, semoga saat ini suara kita akan ditanggapi,” jelasnya.
Sejumlah desa yang hingga saat ini masih memanfaatkan air hujan sebagai kebutuhan air bersih yakni Desa Wates Wetan Kec Ranuyoso, Desa Wates Kulon Renanggungan, Desa Wonoayu Bagan dan sejumlah desa lainnya.(mam/r7)