Tangani Sampah dari Hulu, Pemerintah Gandeng Sekolah dalam Aksi Lingkungan

Tangani Sampah dari Hulu, Pemerintah Gandeng Sekolah dalam Aksi Lingkungan
Tangani Sampah dari Hulu, Pemerintah Gandeng Sekolah dalam Aksi Lingkungan

Kuta,(DOC) – Langkah strategis untuk menjaga kelestarian lingkungan resmi di tempuh melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Penandatanganan ini berlangsung dalam rangkaian kegiatan Aksi Bersih Sampah Laut di Pantai Kuta, Bali, Sabtu (4/1), dan dihadiri oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, serta Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq.

Bacaan Lainnya

Salah satu fokus utama dalam kerja sama ini adalah peningkatan jumlah dan mutu sekolah Adiwiyata—sekolah yang mengintegrasikan prinsip ramah lingkungan ke dalam seluruh aspek pendidikan dan budaya sekolah.

“Pendidikan dasar adalah fondasi untuk membentuk generasi yang mencintai alam dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan. MoU ini akan mendorong tumbuhnya budaya bangsa yang berwawasan lingkungan dan beradab,” ujar Menteri Mu’ti.

Kesepakatan ini sekaligus menegaskan bahwa pendidikan tidak semata-mata soal akademik, tapi juga tentang menanamkan nilai kepedulian sejak dini. Dengan keterlibatan sekolah, di harapkan anak-anak tumbuh menjadi generasi yang sadar akan pentingnya menjaga lingkungan, termasuk dalam hal pengelolaan sampah.

Dalam sambutannya, Mendikdasmen juga menyoroti pentingnya pendekatan edukatif untuk menyelesaikan masalah sampah.

“Membersihkan sampah itu penting, tapi lebih penting lagi menanamkan cinta kelesatarian alam sejak dini. Guru punya peran besar untuk menginspirasi gaya hidup bersih dan sehat di kalangan siswa,” tegasnya.

Pengelolaan dari Hulu

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menambahkan bahwa 80% sampah laut berasal dari daratan. Karena itu, menurutnya, pengelolaan harus di mulai dari hulu—bukan dari tempat pembuangan akhir. Dan dunia pendidikan harus di libatkan sejak awal dalam mengubah perilaku masyarakat.

“Kita butuh perubahan paradigma. Penanganan sampah harus di mulai dari sumbernya, dari rumah, dari sekolah. Kolaborasi lintas sektor adalah kunci,” ujarnya.

Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, Aksi Bersih Sampah Laut di Pantai Kuta melibatkan lebih dari 2.100 peserta dari berbagai latar belakang. Siswa, komunitas, tenaga kebersihan, hingga aktivis lingkungan bergotong royong mengumpulkan sampah secara terpilah di 10 zona sepanjang dua kilometer garis pantai.

Baca Juga:  Surabaya Tanam 1.000 Mangrove, Sampah Diangkut Hingga ke TPA

“Selain membersihkan pantai, kegiatan ini juga menjadi media edukasi publik sekaligus penguatan strategi pengelolaan sampah laut. Harapan kami, Bali bisa menjadi contoh nasional,” tambah Hanif.

Komitmen ini sejalan dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut. Namun seperti di tegaskan dalam kegiatan ini, implementasi di lapangan memerlukan sinergi lintas sektor yang kuat dan berkelanjutan.

“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti di atas kertas. Kami ingin melihat lebih banyak sekolah Adiwiyata lahir, dan anak-anak yang sadar lingkungan tumbuh menjadi warga negara yang peduli,” ujar Mu’ti. (r6)

Pos terkait