Tiket Masuk KBS Bakal Naik Jadi Rp25 Ribu, Manajemen Janji Tambah Wahana Baru

Tiket Masuk KBS Bakal Naik Jadi Rp25 Ribu, Manajemen Janji Tambah Wahana BaruSurabaya,(DOC )– Kebun Binatang Surabaya (KBS) bakal melakukan penyesuaian harga tiket masuk dari sebelumnya Rp15 ribu menjadi Rp25 ribu. Kenaikan tarif ini dirancang untuk menunjang peningkatan kualitas layanan, fasilitas, dan daya tarik wisata satwa terbesar di Surabaya tersebut.

Direktur Keuangan Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS, Ahmad Nahronny, menyampaikan bahwa rencana kenaikan tarif masih dalam tahap penyusunan studi kelayakan. Setelah rampung, dokumen tersebut akan diajukan ke Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk mendapat persetujuan.

Bacaan Lainnya

“Kami sedang menyelesaikan feasibility study. Kalau lancar, Agustus ini kami sampaikan ke Pemkot untuk proses lebih lanjut,” ujarnya, Jumat (18/7/2025).

Nahronny menjelaskan, penyesuaian tarif ini mempertimbangkan kebutuhan pengembangan fasilitas pada periode 2024–2025. Menurutnya, tarif Rp25 ribu masih tergolong terjangkau, terutama jika dibandingkan dengan pengalaman dan wahana yang akan dinikmati pengunjung.

“Kami terus menambah fasilitas. Rainbow Park dan bioskop 7D adalah dua contoh terbaru. Ke depan, kami ingin menghadirkan lebih banyak wahana interaktif untuk keluarga,” ungkapnya.

Perbaikan Akses dan Kelancaran Lalu Lintas

Tak hanya fasilitas dalam area, KBS juga melakukan pembenahan akses pintu masuk. Kini, pengunjung bisa masuk dari sisi selatan maupun utara. Skema ini membantu mengurai antrean dan memecah kepadatan pengunjung.

“Pintu selatan sekarang sudah aktif. Komposisinya sudah 50 persen dengan pintu utara. Ini kami lakukan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung,” kata Nahronny.

Selain itu, keberadaan sistem Transportasi Integrasi Jalur (TIJ) juga di nilai efektif membantu mengurangi kemacetan di sekitar area kebun binatang.

Ahmad Nahronny menambahkan, pihaknya kini lebih agresif memanfaatkan media sosial untuk promosi. Kampanye digital terbukti berhasil menarik pengunjung, khususnya generasi muda dan keluarga.

“Respons masyarakat sangat baik. Banyak yang datang karena melihat konten kami di media sosial,” tambahnya.

Meski terus berbenah, manajemen KBS tetap menjaga identitasnya sebagai lembaga konservasi satwa. Menurut Nahronny, pengembangan fasilitas selalu diselaraskan dengan misi edukasi dan perlindungan satwa.

Baca Juga:  245 Titik Banjir di Surabaya, DSDABM: Segera Dituntaskan

“Kami ingin KBS bukan hanya tempat rekreasi, tapi juga ruang belajar tentang keberagaman fauna. Kami bangun suasana yang menyenangkan sekaligus mendidik,” tutupnya.

Pos terkait