Lumajang, (DOC) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang terus memperkuat upaya pengentasan kemiskinan ekstrem. Melalui program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Bupati Lumajang Indah Amperawati (Bunda Indah) menyerahkan bantuan langsung kepada warga Kecamatan Klakah, Rabu (16/7/2025).
Sayutik, warga Dusun Darungan RT 05 RW 08, Desa Mlawang, menjadi salah satu penerima bantuan. Rumahnya yang selama ini berdinding gedek dan tidak layak huni akan direnovasi menggunakan dana senilai Rp12,5 juta.
Bunda Indah meninjau langsung kondisi rumah Sayutik. Ia merasa prihatin setelah melihat kondisi tempat tinggal tersebut.
“Saya melihat langsung rumah Ibu Sayutik yang benar-benar tidak layak. Program ini hadir agar beliau bisa tinggal di tempat yang lebih aman dan bermartabat,” ujar Bunda Indah.
Pemkab Lumajang bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Dinas Sosial untuk menyalurkan bantuan ini. Kolaborasi ini bertujuan mempercepat penanganan kerentanan sosial di masyarakat.
Selain itu, Bunda Indah menekankan bahwa rehabilitasi RTLH tidak hanya berfokus pada material, tetapi juga pada nilai kemanusiaan.
“Kita tidak sekadar memberikan uang. Kita ingin membangun harapan dan memulihkan kehidupan warga,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mendorong pemerintah desa, kecamatan, dan warga sekitar untuk terlibat aktif dalam semangat gotong royong.
Rumah Layak, Awal Kehidupan Lebih Baik
Program RTLH menjadi prioritas strategis dalam pembangunan sosial Lumajang. Melalui bantuan ini, Pemkab ingin memastikan bahwa setiap warga miskin mendapatkan hak dasar atas tempat tinggal yang layak dan sehat.
“Jika semakin banyak rumah yang diperbaiki, maka kita semakin dekat dengan target Lumajang tanpa kemiskinan ekstrem. Rumah layak menjadi langkah awal menuju kehidupan yang lebih baik,” jelas Bunda Indah.
Masyarakat menyambut kehadiran Bupati dengan antusias. Mereka segera bergotong royong untuk memulai perbaikan rumah Sayutik. Semangat kebersamaan terlihat nyata di tengah-tengah warga.
Sementara itu, Pemkab Lumajang menegaskan bahwa program ini tidak hanya menyentuh aspek fisik bangunan. Pemerintah juga ingin memulihkan martabat dan harga diri masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan.(imam)





