
Sampang, (DOC) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung finalisasi pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Sampang di Jalan Batokarang, Kecamatan Camplong, Selasa (21/7/2026). Diberdirikan di atas lahan seluas 12 hektare, fasilitas pendidikan ini resmi menjadi kawasan SRT permanen terluas di Indonesia yang ditargetkan rampung 100 persen sebelum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 31 Juli mendatang.
Sekolah berasrama bebas biaya ini dirancang khusus untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem dengan menyasar anak-anak dari keluarga prasejahtera kategori Desil 1 dan Desil 2. “Semua sudah terukur dan kerjanya tiga shift. Empat hari lagi InsyaAllah sudah 100 persen,” ujar Khofifah usai meninjau lokasi.
Ia menegaskan bahwa penyediaan fasilitas pendidikan berkualitas secara gratis adalah langkah konkret pemprov untuk mengangkat derajat masyarakat kurang mampu. “SRT menjadi solusi ampuh dan efektif untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan. Mudah-mudahan menjadi sumber bahagia keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara,” tegasnya.
Untuk menjamin ketepatan sasaran, rekrutmen siswa dilakukan secara ketat dengan melibatkan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).
Pada tahun ajaran 2026/2027, SRT Sampang bakal menampung 224 siswa lokal Sampang (27 siswa SD, 108 siswa SMP, dan 89 siswa SMA). Selain itu, sekolah ini juga menjadi pusat pendidikan terpadu bagi 109 siswa lintas daerah di Madura Raya terdiri dari Pamekasan, Bangkalan, dan Sumenep melalui skema titipan daerah.
Tak sekadar memberikan ruang kelas digital dan laboratorium terpadu, kompleks modern ini mengintegrasikan jenjang SD hingga SMA lengkap dengan asrama, masjid, serta sarana olahraga profesional seperti lapangan sepak bola, basket, voli, dan jogging track berlapis rubber.
Pendekatan karakter berbasis pesantren juga diterapkan melalui pelibatan tenaga pengajar agama khusus dari Dinas Sosial Pemprov Jatim untuk membina kegiatan ekstrakurikuler hingga program tahfiz Al-Qur’an.
Dari sisi operasional, jajaran kepala sekolah telah diisi penuh. Kebutuhan guru SMA disokong oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, sementara tenaga pengajar SD dan SMP disuplai oleh Pemerintah Kabupaten Sampang.
SRT Sampang menjadi salah satu dari 18 lokasi SRT permanen yang disiapkan meluas di Jawa Timur, melanjutkan keberhasilan proyek rintisan yang telah berjalan di Ponorogo, Banyuwangi, Madiun, dan Kediri.





