Banjarbaru,(DOC) – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menghadiri peresmian 166 titik Sekolah Rakyat (SR) dan groundbreaking 104 SR permanen se-Indonesia yang dipimpin langsung Presiden RI Prabowo Subianto di SRT 9 Banjarbaru, Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan (BBPPK) Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin(12/1/2026).
Dalam agenda nasional tersebut, Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan jumlah Sekolah Rakyat terbanyak di Indonesia. Dari total 166 titik SR yang diresmikan, 26 titik berada di Jawa Timur dan seluruhnya telah beroperasi.
Di bawah Jawa Timur, Jawa Barat menempati posisi kedua dengan 20 titik SR, disusul Sulawesi Selatan 16 titik, Jawa Tengah 14 titik, dan Aceh 8 titik.
“Alhamdulillah, dari total 166 Sekolah Rakyat di Indonesia, Jawa Timur menempati posisi pertama dengan 26 SR. Ini membuktikan komitmen Jawa Timur mendukung penuh program prioritas Presiden,” ujar Khofifah.
2.450 Siswa Kurang Mampu Tertampung di SR Jatim
Khofifah menjelaskan, 26 Sekolah Rakyat di Jawa Timur saat ini menampung 2.450 siswa dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Seluruh siswa mengikuti pendidikan berasrama dengan kebutuhan hidup dan pembelajaran yang sepenuhnya di tanggung negara.
“Pendidikan menjadi cara paling efektif untuk memutus mata rantai kemiskinan. Terima kasih kepada Menteri Sosial RI dan seluruh pihak yang berkontribusi menyukseskan Sekolah Rakyat di Jawa Timur,” ucapnya.
Sejak merintis program tersebut pada 2025, Khofifah mengaku aktif meninjau langsung Sekolah Rakyat di berbagai daerah, mulai dari Surabaya hingga Pacitan.
“Kami ingin memastikan program Presiden Prabowo ini berjalan optimal, mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus memutus mata rantai kemiskinan,” tegasnya.
Delapan Sekolah Rakyat Baru Diajukan Tahun 2026
Tak berhenti di situ, Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada 2026 juga mengajukan delapan Sekolah Rakyat baru. Seluruh pengajuan saat ini masih berproses dan akan menambah jumlah SR di Jawa Timur.
“Sekolah Rakyat merekrut siswa dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Program ini menjadi tonggak penting penguatan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem,” jelas Khofifah.
Dalam peresmian tersebut, ratusan siswa dan tenaga pendidik Sekolah Rakyat dari berbagai daerah turut hadir dan menampilkan pertunjukan. Jawa Timur mengirimkan 14 siswa terbaik beserta perwakilan kepala sekolah SR.
“Ada siswi dari SRT 47 Malang dan SRT 7 Probolinggo yang berpidato bahasa Arab langsung di hadapan Presiden. Selain itu, atraksi baris-berbaris kolaboratif juga mendapat pujian langsung dari Presiden,” ungkap Khofifah.
Ia berharap Sekolah Rakyat mampu melahirkan generasi berprestasi dan berkontribusi dalam menyiapkan Generasi Emas 2045, khususnya dari Jawa Timur.
Presiden Prabowo: Sekolah Rakyat Wujud Negara Hadir
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada seluruh kementerian, lembaga, serta kepala daerah yang mendukung program Sekolah Rakyat.
“Saya sangat bahagia dan terharu. Melihat anak-anak yang sebelumnya sulit sekolah kini memiliki harapan adalah kebahagiaan tersendiri,” kata Prabowo.
Ia menegaskan pemerintah akan terus bekerja keras agar seluruh kekayaan negara dapat dirasakan masyarakat Indonesia, salah satunya melalui program Sekolah Rakyat.
Mensos Gus Ipul: Gagasan Langsung Presiden
Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut Sekolah Rakyat sebagai gagasan langsung Presiden Prabowo. Program tersebut mulai berjalan sejak 2025 dan kini tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota.
“Total 166 Sekolah Rakyat menampung 14.822 siswa, di dukung 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan. Ini menjadi bukti nyata negara hadir membela masyarakat lemah,” kata Gus Ipul.
Ia juga memuji peran Gubernur Khofifah yang aktif mengawal Sekolah Rakyat sehingga Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah SR terbanyak secara nasional.
(lup/r7)





