Marak Teror Pocong, Armuji: Kalau Ada Saya Datangi Langsung, Iso Viral!

Marak Teror Pocong, Armuji: Kalau Ada Saya Datangi Langsung, Iso Viral!Surabaya,(DOC) – Fenomena teror pocong yang belakangan ramai di sejumlah daerah menarik perhatian Wakil Wali Kota (Wawali) sekaligus Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Surabaya, Armuji.

Pria yang akrab disapa Cak Ji itu meminta masyarakat memeriksa terlebih dahulu setiap informasi sebelum mempercayainya. Menurutnya, banyak konten yang viral di media sosial ternyata hanya rekayasa atau informasi yang tidak memiliki dasar yang jelas.

Bacaan Lainnya

“Kalau ada pocong saya langsung datangi. Bagus malah, biar viral. Tapi yang penting harus dipastikan dulu, benar atau tidak,” ujar Armuji, Minggu (31/5/2026).

Warga Jangan Mudah Percaya Informasi Viral

Armuji mengingatkan masyarakat agar lebih bijak menyikapi perkembangan teknologi, terutama penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang kini semakin mudah menghasilkan gambar maupun video menyerupai kejadian nyata.

Ia menilai masyarakat harus menyaring setiap informasi dan tidak langsung mempercayai konten yang beredar di media sosial.

Armuji Bantah Pemkot Surabaya Intervensi Persebaya, Tak Ada Dana APBD untuk Klub

“Teknologi jangan sampai menipu kita. Kalau itu hanya rekayasa atau hoaks, tidak perlu kita tanggapi secara berlebihan,” tegasnya.

Armuji juga meminta warga tetap tenang menghadapi isu teror pocong yang belakangan menjadi perbincangan publik.

Dengan nada bercanda, ia mengatakan masyarakat tidak perlu takut jika menemukan sosok yang diduga pocong.

“Tidak ada pocong. Kalau memang ada, ya bisa kita datangi dan kita pastikan langsung,” ucapnya sambil berseloroh.

Pelaku Manfaatkan Ketakutan Masyarakat

Guru Besar Departemen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga, Bagong Suyanto, menilai pelaku teror memanfaatkan ketakutan masyarakat terhadap sosok mistis untuk mencapai tujuan tertentu.

Menurut Bagong, pelaku sengaja memainkan rasa takut korban agar lebih mudah memengaruhi kondisi psikologis mereka.

“Ini modus lama yang memanfaatkan ketakutan kultural masyarakat pada sosok pocong,” katanya.

Bagong menambahkan, sebagian pelaku memilih cara tersebut sebagai alternatif untuk menekan korban tanpa menggunakan ancaman kekerasan secara langsung.

Baca Juga:  Optimalkan Perjalanan dari Pinggiran ke Tengah, Pemkot akan Operasikan 57 Feeder

MUI Dorong Polisi Bertindak Tegas

Ketua Komisi Fatwa MUI Jawa Timur, KH Ma’ruf Khozin, menegaskan aksi teror pocong tidak memiliki pembenaran karena menimbulkan keresahan dan ketakutan di tengah masyarakat.

Menurutnya, siapa pun yang sengaja menakut-nakuti warga telah melakukan tindakan yang tidak semestinya. Apalagi jika aksi tersebut berkaitan dengan tindak pidana.

“Kalau ada unsur menakut-nakuti orang tentu tidak boleh. Apalagi jika ada unsur pidana di belakangnya,” ujarnya.

Karena itu, MUI Jawa Timur meminta warga segera melapor kepada kepolisian jika mengalami atau mengetahui aksi teror pocong.

Ma’ruf juga mendorong aparat kepolisian mengambil langkah tegas agar pelaku tidak mengulangi perbuatannya dan masyarakat tidak meniru aksi serupa.

“Kami berharap polisi menindak tegas karena kejadian seperti ini mudah ditiru di daerah lain. Aparat tentu memiliki kemampuan untuk mengungkap kasus semacam itu,” pungkasnya.(r7)

Pos terkait